
Yanto Pembibit Nangka Madu J33
TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Berkebun buah Nangka bisa mendatangkan keuntungan yang berlipat, karena selain bisa dijual ketika masih muda, buah nangka mengkal dan matang juga memiliki pangsa pasat yang besar. Apalagi bila bibit yang ditanam merupakan bibit hasil okulasi, cuan yang didapat petani bisa datang lebih cepat.
Alih-alih mengembangkan nangka dari biji, Yanto seorang pembibit nangka dari kota Malang, Jawa Timur lebih memilih membibitkan nangka dengan cara okulasi. Alasanya sederhana, karena menurut Yanto bibit hasil okulasi lebih cepat berbuah dengan umur tanaman sekitar 3-5 tahun dibandingkan dengan bibit dari biji yang baru bisa berbuah diumur 6-7 tahun.
Bisa dibilang untuk memperbanyak bibit nangka dengan cara okulasi tidaklah mudah.“Tidak semua orang paham perbanyakan nangka secara okulasi, disetiap ketiak daun itu terdapat jalan mata tunas, itu yang dipotong, jadi memang teknik ini yang tidak disukai banyak petani pembibit, karena tidak semua orang berhasil melakukan ini,” ungkapnya.
Yanto memaparkan okulasi tanaman nangka mirip sekali dengan okulasi pada tanaman bunga mawar. Yaitu dengan hanya mengambil satu mata tunas atau lebih tepatnya kulit bertemu dengan kambium langsung.
“Kalau seperti okulasi tanaman jeruk, ketika pada mata tunas masih ada kayu batangnya masih bisa hidup, tapi kalau okulasi nangka, kalau ada kayu yang ikut tidak akan hidup, jadi yang ditempel itu kulitnya saja dan itu 80% akan berhasil,” jelasnya.

Ditambahkan Yanto, dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan proses okulasi yang memakan waktu lama adalah wajar bila bibit nangka hasil okulasi dihargai dengan harga yang lebih tinggi RP 60 ribu/bibit.
Sedangkan untuk menaman nangka dari biji, Yanto memberikan saran agar memilih biji yang tua dan matang, kemudian biji dibersihkan dengan air lalu dijemur sekitar 2 jam. Setelah itu biji kembali direndam dengan air hangat selama sekitar 2 hari, lalu dilakukan penyemaian.
“Sebelum penyemaian, disiapkan dahulu tempat persemaian berupa polibag yang diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang,” tambahnya.
Berkebun nangka memerlukan lahan yang luas karena pohon nangka memerlukan ruang tumbuh karena bentuk batang yang rindang. Lahan untuk menanam nangka disarankan jauh dari bangunan karena ditakutkan akan merusak bangunan akibat akar nangka tersebut,
Bila dilihat dari kualitas buah yang dihasilkan, tergantung pada perawatan pohon nangka itu sendiri. Karena menurut Yanto, selama ini kebanyakan pemilih pohon nangka hanya melakukan perawatan seadanya.
Padahal bila dilakukan secara serius, berkebun nangka akan memberikan hasil yang menjanjikan. Karena buah nangka sendiri bisa dipasarkan dengan kondisi buah yang masih muda /tewel untuk bahan makanan, dan banyak sekali masyarakat maupun pelaku usaha kuliner yang mengolah nangka muda sebagai sayur maupun olahan lainnya.
Lalu nangka bisa dipasarkan dalam kondisi setengah matang atau belum tua yang nantinya bisa dijadikan produk kripik buah nangka. Kebutuhannya paling tinggi kepada pabrik pengolahan keripik nangka dan sampai saat ini kebutuhan tersebut belum tercukupi. Dan yang terakhir nangka bisa dipasarkan dalam bentuk yang sudah matang sempurna yang dijadikan sebagai buah meja.
Dalam mengkebunkan buah nangka, Yanto mengatakan bahwa kita bisa belajar dari negara tetangga Thailand, karena disana nangka sudah dikebunkan secara masal dan memberikan pemasukan yang besar.
“Kita melihat gambaran dari negara Thailand ada tiga fase, ketika pohonnya sudah dibuahkan nanti ada 3 tahap, penjarangan buah pertama yang tidak mulus sempurna nantinya dijadikan nangka muda/tewel, kemudian seleksi kedua buah sudah mulai agak matang, namun belum begitu tua, dan yang terakhir buah yang sempurna akan di pertahankan dan dijadikan sebagai buah meja atau buah segar,” ungkapnya.
Saat ini Yanto sedang mengembangkan nangka Madu J33 dikebunnya. Nangka jenis ini memiliki kelebihan yaitu tingkat kemanisan yang tinggi, kemudian tesktur dagingnya kenyal, dan ada sedikit rasa asam.
“Walaupun sebenarnya nangka jenis ini termasuk nangka salak tapi teksturnya lebih empuk kenyal, kemudian rasa asam yang unik dimiliki nangka Madu J33, jadi rasanya segar,”paparnya.