Senin, 22 April 2019


Penghobi : Lomba Burung jadi bagian Ekonomi Kreatif

29 Jan 2019, 11:59 WIBEditor : Gesha

Penghobi lomba burung kicau bisa menjadi bagian dari ekonomi kreatif | Sumber Foto:Pipiet

Banyaknya perlombaan burung yang diadakan tentu menjadi peluang bagus bagi para pelaku usaha burung agar lebih giat menjalani bisnisnya. Berbisnis burung khususnya burung fighter dapat menjadi salah satu pilihan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Siapa sangka dari sekedar hobi, lomba burung berkicau ternyata menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang mampu menggerakkan beragam usaha lainnya.

Tak hanya di tingkat lokal, lomba burung lovebird atau burung berkicau lainnya juga dilombakan di tingkat internasional. Inilah yang kemudian mendorong semakin maraknya penghobi burung di tanah air yang juga mendorong beragam usaha lainnya.

"Dari yang biasanya burung hanya rumahan sekarang mereka diikutkan untuk berkompetisi, sehingga ekonomi kreatif dapat berkembang,” ungkap salah satu penghobi burung asal Jakarta, Tony yang ditemui tabloidsinartani.com.

Banyaknya perlombaan burung yang diadakan tentu menjadi peluang bagus bagi para pelaku usaha burung agar lebih giat menjalani bisnisnya. Berbisnis burung khususnya burung fighter dapat menjadi salah satu pilihan.

Harga seekor burung lovebird misalnya, jenis yang biasa saja sudah mulai dari 100 ribu.

Anakan burung murai paling murah juga dapat mencapai 1-1,5juta.

“Dapat dikatakan bahwa sekarang dunia perburungan sudah masuk ke dunia industri karena omset-omset yang didapat luar biasa,” tambah Tony.

Ada nilai tambah pada harga burung-burung kicau petarung (fighter). Untuk membuka usaha burung fighter ini memang memerlukan modal usaha yang tinggi, namun untuk potensi kedepannya juga bagus. 

Tony sendiri sudah berkecimpung di dunia perburungan cukup lama. “Saya sudah hobi burung sejak tahun 1998, tapi mulai ramai-ramainya burung itu tahun 2006,” ujarnya.

Banyaknya perlombaan burung yang diikuti Tony dan kawan-kawan sehobinya sudah dilakukan sejak dulu karena memang ketertarikannya pada jenis-jenis burung khususnya burung kicau petarung (fighter) seperti burung murai, kenari, kacer, dan lain-lain.

Menurut Tony, dunia perburungan semakin menanjak dengan banyaknya orang yang menyukai burung fighter.

Perlombaan burung semakin ramai dilakukan dan diikuti. Bukan hanya sekedar untuk mendapatkan hadiah perlombaan, namun memang kesukaannya terhadap burung tersebut.

Dalam perlombaan burung terdapat beberapa kelas tergantung kondisi burung. Jika kondisi burung sedang fit, burung dapat diikutsertakan 2-3 kali naik perlombaan.

Seorang penghobi dapat mengikut sertakan 2-3 burungnya dalam sekali perlombaan. Sekali perlombaan dapat diikuti oleh 70 burung. Hadiah perlombaan juga bervariasi tergantung tingkat perlombaannya.

Untuk tingkat regional biasanya berhadiah 10 juta, piala presiden biasanya berhadiah mobil.

Namun, bagi penghobi burung, perlombaan yang diikuti tidak hanya sekedar untuk mendapatkan hadiah melainkan memang ketertarikannya pada burung dan kegiatannya dapat dijadikan sebagai ajang silaturahmi dengan penghobi-penghobi burung yang lain.

Selain itu, banyaknya penjual burung di arena perlombaan juga dapat sekaligus untuk melihat-lihat burung-burung lain yang disukai.

Reporter : Pipiet Endwiyatni/Echa
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018