Selasa, 26 Maret 2019


Anti Mainstream ! Poktan Suka-Suka Cianjur Ambil Peluang Beras Hitam

19 Peb 2019, 18:14 WIBEditor : Gesha

Beras Hitam hasil produksi Poktan Suka-suka | Sumber Foto:Lely

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Siapa yang tidak kenal dengan beras pandan wangi dari Cianjur Jawa Barat?Nah, Kelompok Tani (Poktan) Suka-Suka dari Cianjur justru punya langkah anti mainstream dengan ambil peluang pertanaman beras hitam.

Poktan yang terletak di Kampung Cikawung Desa Sukabungah Kecamatan Campakamulya Kabupaten Cianjur tersebut mengambil peluang dengan mulai mengembangkan produksi beras hitam. Upaya budidaya beras hitam ini dinilai dapat meningkatkan nilai tambah bagi para petani dan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Sebenarnya, beras hitam itu apa?Dan kenapa Poktan Suka-Suka ini keukeuh untuk mencoba bertanam beras hitam?Ternyata ada banyak alasan dan manfaat dari beras hitam ini. Dan harganya pun lebih mahal daripada beras umum lainnya.

Beras hitam merupakan salah  satu varietas tanaman padi yang memiliki warna beras keungungan pekat dan cenderung kehitaman.

Pada varietas beras ini aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas yang tinggi sehingga berwarna ungu pekat dan cenderung kehitaman. Kandungan antioksidan anthocyanin inilah yang tidak ditemukan pada beras putih, zat tersebut merupakan zat yang menyebabkan warna beras ungu kehitaman.

Penyuluh pertanian yang mendampingi Poktan Suka-suka, Dedy Darisman

Jika  dibandingkan dengan beras biasa atau beras yang berwarna putih dan merah, beras hitam memiliki banyak keiistimewaan. Mulai dari bagian luar beras ini mengandung serat, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6 dan vitamin E.

Bagian terluar tersebut membuat beras hitam membutuhkan waktu lebih lama saat dimasak. Beras hitam juga mengandung zat besi, mangan, phosphor, asam amino, asam lemak esensial dan antioksidan anthocyanin.

Berdasarkan berbagai penelitian para ahli, antioksidan anthocyanin yang terkandung pada beras hitam berkhasiat mencegah berbagai jenis penyakit berbahaya, seperti kanker dan diabetes.

Penyuluh Pertanian yang mendampingi Poktan Suka-suka, Dedy Darisman menuturkan Saat ini cara menanam beras hitam yang dikenal dengan nama "beras hitam gadog", disisipkan dengan beras biasa pada lahan yang sama.

“Pengembangan dimulai pada saat ada program pengembangam padi inbrida varietas mekongga, lalu kami mencoba menyisipkan  piinggiran dekat  pematang sawah itu ddengan padi hitam atau kami menyebutnya gadog tadi," bebernya.

Untuk pemasaran, Dedy menjelaskan bahwa  sementara ini masih melalui onlinre, namun ia yakin dengan banyaknya petani dan poktan yang menanam beras hitam akan mampu memenuhi pasar di wilayah Cianjur bahkan luar Cianjur secara online maupun di pasar dan toko-toko swalayan.

Harga beras hitam dipasaran berkisar Rp 25-35 ribu perkilonya. “Saya yakin, terkenalnya kabupaten Cianjur dengan produksi pandan wanginya  kini akan lebih variatif dengan beras hitam gadognya," tutur Dedy.

 

Reporter : Lely
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018