Selasa, 17 September 2019


Aroma Wangi Sedap Malam dari Lereng Merbabu

18 Mar 2019, 11:09 WIBEditor : Gesha

Dengan tumpangsari, petani sedapmalam bisa mendapatkan penghasilan tambahan | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

Bahkan dengan tumpangsari cabai, petani mendapatkan tambahan penghasilan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Magelang --- Siapa yang tidak kenal dengan bunga sedap malam? Tiap perayaan seperti Lebaran maupun pernikahan, bunga sedap malam selalu hadir mempercantik ruangan. Kini banyak daerah yang menjadi sentra pertanaman bunga sedap malam ini, salah satunya Kabupaten Magelang yang terletak di Lereng Merbabu.

Tepatnya di desa Citrosono, Kecamatan Grabag, petani mencoba berbudidaya sedap malam secara tumpangsari dengan tanaman cabai. Sebab tidak saja sedap aromanya, tetapi budidaya bunga potong ini sedap pula hasilnya.

Petani sedap malam di Grabag, Erwin Sumanto menuturkan selain akan mengurangi biaya tenaga kerja untuk pengendalian gulma, budidaya sistem tumpangsari juga memberikan tambahan pendapatan dari produksi cabai.

"Tanaman cabai bisa panen pada umur 3 bulan sebelum tanaman sedap malam berproduksi, karena tanaman sedap malam baru
mulai produksi pada umur 6 sampai 7 bulan setelah tanam umbi," bebernya.

Pak Nasikin seorang pelaku usaha sedap malam di Grabag, menceritakan dari lahan yang dikelola seluas 2 ha, rata-rata bisa panen 6.000 tangkai per minggu dengan harga Rp. 4.000 untuk grade A(30%), Rp. 2.500 untuk grade B(60%), dan Rp. 1.500 untuk grade C(10%), maka omzet yang diperoleh sekitar Rp. 17,4 juta per minggu.

Pak Nasikin sudah kontrak dengan beberapa floris di Jogja maupun di Magelang, dan permintaan tersebut sudah rutin
dipasok setiap harinya. Dan pada hari Raya Idul Fitri maupun hari-hari besar, biasanya permintaan sangat tinggi, sehingga pak Isromin harus mengambil produk sedapmalam dari petani lain.

Plt. Direktur Buah dan Florikultura Sri Wijayanti Yusuf mengapresiasi inovasi petani di Kecamatan Grabag yang melakukan budidaya tumpangsari sedap malam dengan cabai untuk meningkatkan pendapatannya. Yanti berharap bahwa petani dapat memperluas akses pasar untuk sedap malam, sehingga agribisnis ini semakin meningkat.

Reporter : Farida
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018