Saturday, 08 August 2026


Pasar Petani Garuda, Surga Baru Berburu Bibit Tanaman Unggul Kabupaten Bogor

16 Jul 2026, 11:36 WIBEditor : Herman Pratikno

Pasar Petani Garuda, Destinasi Baru Penjualan Biibit Tanaman di Kabupaten Bogor

TABLOIDSINARTANI.COM, Cibinong --- Deretan bibit tanaman buah dan tanaman hias berjajar rapi di puluhan kios yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,9 hektare di kawasan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor.

Mulai dari bibit jeruk, mangga, alpukat, anggur, jambu kristal, durian hingga tanaman buah langka dapat ditemukan dalam satu kawasan yang kini dikenal sebagai Pasar Petani Garuda (PPG).

Tak sekadar menjadi tempat jual beli, pasar ini mulai menjelma sebagai pusat penjualan bibit tanaman buah dan tanaman hias yang digadang-gadang menjadi ikon baru Kabupaten Bogor.

Keberadaan Pasar Petani Garuda menjadi angin segar bagi para petani dan pembibit tanaman yang selama bertahun-tahun harus berpindah-pindah lokasi untuk berjualan. Kini mereka memiliki tempat yang lebih representatif untuk memasarkan hasil budidayanya sekaligus memperkenalkan bibit unggulan asli Kabupaten Bogor kepada masyarakat.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Petani Garuda, Ruslan, menuturkan, gagasan membangun sentra penjualan bibit sebenarnya telah muncul sejak 2018. Berawal dari keinginan Kelompok Tani Tunas Hijau Sukahati yang menginginkan tempat usaha permanen, usulan tersebut akhirnya mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Harapan kami sejak dulu sederhana, punya tempat khusus untuk menjual bibit tanaman buah. Dulu kami berjualan di pinggir jalan dan sering berpindah karena digusur. Alhamdulillah sekarang para petani bisa berkumpul di satu tempat yang lebih tertata," ujar Ruslan.

Menurutnya, keinginan para petani akhirnya sejalan dengan visi Bupati Bogor Rudy Susmanto yang ingin menghadirkan pusat penjualan tanaman di Kabupaten Bogor. Setelah melalui proses pengembangan hampir satu tahun, Pasar Petani Garuda mulai beroperasi pada awal 2026.

"Ketika kami menyampaikan keinginan itu kepada Pak Bupati, ternyata beliau juga memiliki gagasan yang sama. Gayung pun bersambut. Sekarang impian petani memiliki pusat penjualan bibit akhirnya terwujud," katanya.

Saat ini sekitar 50 pedagang telah menempati kios yang tersedia dari total 76 kios yang direncanakan. Seluruh pedagang merupakan petani dan pembibit tanaman, sebagian besar berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.

Kawasan ini juga terus dikembangkan dengan penambahan sentra kuliner UMKM, ruang kegiatan, serta fasilitas penunjang lainnya agar menjadi destinasi wisata keluarga.

Salah satu daya tarik Pasar Petani Garuda adalah kelengkapan koleksi bibit tanaman yang ditawarkan. Hampir seluruh jenis tanaman buah unggulan tersedia di sini, mulai dari berbagai varietas alpukat, mangga, nangka, jambu kristal, anggur, durian hingga tanaman buah langka seperti buni dan rukem.

Tidak hanya itu, berbagai tanaman hias yang sedang menjadi tren juga dapat ditemukan dengan mudah.

"Bisa dibilang hampir semua bibit buah ada di sini. Kami juga selalu mengikuti perkembangan tanaman yang sedang diminati masyarakat. Jadi pembeli tidak perlu lagi mencari ke berbagai tempat," tutur Ruslan.

Selain menjadi pusat perdagangan, Pasar Petani Garuda juga dikembangkan sebagai kawasan edukasi pertanian. Di pendopo utama rutin digelar pelatihan sambung pucuk, sertifikasi penangkar benih, pelatihan kopi, hingga kegiatan belajar menanam bagi anak-anak usia dini.

Konsep tersebut diharapkan mampu menarik masyarakat untuk datang tidak hanya berbelanja, tetapi juga belajar mengenal dunia pertanian.

Ketua Kelompok Tani Tunas Hijau Sukahati, Ibrohim, mengatakan kelompoknya telah berdiri sekitar sepuluh tahun dengan 32 anggota yang memproduksi bibit tanaman secara mandiri. Sebelum adanya Pasar Petani Garuda, para anggota memasarkan hasil produksinya dari rumah masing-masing atau membuka lapak sederhana di berbagai lokasi.

"Dulu kami tidak punya tempat bersama. Ada yang berjualan di rumah, ada juga yang menyewa lapak sendiri. Sekarang semuanya bisa berkumpul di satu kawasan sehingga pembeli lebih mudah mencari bibit yang diinginkan," ujarnya.

Menurut Ibrohim, bibit yang dipasarkan selain didatangkan dari para pembibit tnaman yang bersertifikat, juga merupakan hasil produksi para petani yang tergabung dalam Poktan Tunas Hijau Sukahati sendiri melalui teknik sambung pucuk maupun cangkok.

Berbagai jenis tanaman seperti alpukat, mangga, jambu kristal, nangka, anggur, cabai hingga tanaman buah lainnya diproduksi secara berkelanjutan. Bahkan salah satu varietas unggulan Kabupaten Bogor, Alpukat Garuda Yaksa, telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Pertanian dan mulai banyak diminati pasar.

"Kami tidak hanya menjual bibit, tetapi juga menjaga kualitasnya. Para penangkar yang tergabung dalam kelompok kami sudah bersertifikat sehingga masyarakat mendapatkan bibit yang benar-benar unggul," katanya.

Harga bibit yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Bibit jeruk dijual mulai Rp15 ribu per polybag, sedangkan rata-rata bibit tanaman buah dibanderol sekitar Rp60 ribu. Sementara bagi para kolektor, tersedia pula tanaman premium yang nilainya mencapai jutaan rupiah.

"Yang paling mahal pernah terjual sekitar Rp7 juta untuk Anggur Brazil. Tetapi masyarakat juga bisa membeli bibit mulai belasan ribu rupiah, sehingga semua kalangan bisa berbelanja di sini," ujar Ibrohim.

Pasar Petani Garuda buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Memasuki akhir pekan, jumlah pengunjung terus meningkat, terutama ketika digelar pelatihan sambung pucuk, bazar bibit murah, pembagian bibit gratis maupun kegiatan yang dipadukan dengan Car Free Day di kawasan Tegar Beriman.

Meski baru beroperasi, Pasar Petani Garuda mulai dikenal luas. Pengunjung tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor, tetapi juga dari Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang hingga luar daerah. Bahkan sejumlah pembeli dari Malaysia datang untuk mencari bibit unggulan hasil produksi petani Bogor.

"Harapan kami Pasar Petani Garuda terus berkembang menjadi pusat penjualan bibit tanaman buah dan tanaman hias terbesar di Kabupaten Bogor. Kalau pasar ini semakin maju, kesejahteraan petani juga ikut meningkat dan Bogor bisa dikenal sebagai tujuan wisata belanja bibit tanaman," pungkas Ibrohim.

Reporter : suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018