Friday, 26 February 2021


Pembudidaya Ikan Halmahera Dapat Bantuan Pakan Mandiri 24 Ton

22 Oct 2020, 16:34 WIBEditor : Indarto

Pakan mandiri | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN

Peningkatan produksi sangat perlu untuk mengentaskan persoalan pakan yang kerap dikeluhkan pembudidaya. Seperti persoalan harga maupun kelangkaan pakan yang dapat menghambat aktivitas budidaya.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Minahasa Utara--- Pakan ikan menjadi bagian penting dalam proses produksi perikanan. Guna membantu pembudidaya mendapatkan pakan murah berkualitas,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan 24 ton pakan ikan mandiri untuk pembudidaya di Halmahera Utara dan Halmahera Timur.

Pakan mandiri ini hasil produksi Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melepas langsung pengiriman bantuan 24 ton pakan ikan mandiri dari Tatelu menuju dua kabupaten di Maluku Utara tersebut.

"Ini salah satu jalan untuk membantu masyarakat pembudidaya dalam memperoleh pakan," ujar Menteri Edhy, di Minahasa Utara, Kamis (22/10).

Menurut Edhy, bantuan ini merupakan tahap awal dari 122 ton pakan mandiri yang akan didistribusikan ke 10 propinsi di wilayah kerja BPBAT Tatelu. “Saya berharap,  dengan adanya bantuan pakan, produktivitas pembudidaya di wilayah timur Indonesia ikut meningkat,” ujarnya.

KKP, lanjut Edhy,  saat ini sedang mengupayakan bantuan mesin pakan supaya biaya produksi budidaya bisa lebih ditekan. "Kalau ini didorong terus dari hulu sampai hilir ini akan jadi kekuatan ekonomi baru di sektor air tawar," kata Edhy.

Edhy juga mengatakan, akan mendorong BPBAT Tatelu meningkatkan kuantitas produksi pakan. Mengingat, wilayah kerjanya UPT yang berada di bawah Ditjen Perikanan Budidaya ini cukup luas.

“ Saya harap, tak hanya memproduksi pakan pellet, tapi juga pakan alami seperti cacing sutera dan maggot,” katanya.

Menurut Edhy, peningkatan produksi  sangat perlu untuk mengentaskan persoalan pakan yang kerap dikeluhkan pembudidaya. Seperti persoalan harga maupun kelangkaan pakan yang dapat menghambat aktivitas budidaya.

"Saya tidak targetkan berapa jumlahnya. Selama masih bisa kita dorong untuk diperbanyak. Karena lahan masih cukup luas. Saya minta ini dimaksimalkan produksinya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KKP sedang mengupayakan penambahan balai perikanan di wilayah Timur untuk memperkuat peran BPBAT Tatelu. Idealnya, setiap provinsi memiliki balai perikanan sendiri.

"Semangat ke depan setiap provinsi ada satu balai. Sekarang sedang dirancang, mudah-mudahan 2022 bisa dibangun," pungkas Edhy.

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018