Minggu, 18 Januari 2026


Usaha Perikanan Budidaya BALAD Grup Mendunia, Ditjen PB KKP RI Langsung Turun Survei

02 Jun 2025, 14:40 WIBEditor : Gesha

Usaha perikanan budidaya BALAD Grup makin mendunia, memikat Ditjen PB KKP RI untuk turun langsung melakukan survei budidaya lobster dan komoditas unggulan lain di Teluk Kangean, Sumenep.

TABLOIDSINARTANI.COM, Kangean -- Usaha perikanan budidaya BALAD Grup makin mendunia, memikat Ditjen PB KKP RI untuk turun langsung melakukan survei budidaya lobster dan komoditas unggulan lain di Teluk Kangean, Sumenep.

Keberhasilan usaha perikanan budidaya yang dijalankan oleh Bandar Laut Dunia (BALAD) Grup di gugusan Teluk Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menarik perhatian Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (Ditjen PB KKP RI). Dalam rangka memastikan keberlanjutan, kualitas, dan potensi ekspor budidaya tersebut, tim Ditjen PB KKP RI pun melakukan survei langsung ke lapangan.

Survei berlangsung selama empat hari, dari Jumat, 30 Mei hingga Senin, 2 Juni 2025, dan mencakup beberapa lokasi budidaya andalan BALAD Grup. Adapun fokus survei kali ini mencakup budidaya lobster, rumput laut, teripang, dan kerapu yang semuanya dijalankan secara terpadu dalam kawasan maritim Kangean seluas 90.000 hektare.

Kunjungan ini tidak hanya dihadiri oleh pejabat Ditjen PB KKP RI, tetapi juga melibatkan empat tim pendamping dari berbagai mitra strategis, yakni Tim BALAD Grup, Tim GLORA Grup, mitra dari Jakarta, serta mitra dari Vietnam—negara yang menjadi salah satu tujuan ekspor utama bagi komoditas budidaya laut Indonesia.

“Seluruh tim bermalam di mess BALAD Grup selama kegiatan survei berlangsung. Ini untuk memudahkan proses pemantauan dan pendalaman teknis di lapangan,” kata Founder dan Owner BALAD Grup, HRM. Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Haji Lilur, dalam keterangan persnya, Senin (2/6).

Pengusaha muda asal Situbondo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Netra Bhakti Indonesia (NBI) ini menjelaskan bahwa survei Ditjen PB KKP RI merupakan bagian dari upaya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat sektor perikanan budidaya. "Ini bentuk kehadiran negara dalam mendukung pelaku usaha nasional untuk go global," tegasnya.

BALAD Grup sendiri dikenal sebagai pionir dalam integrasi sistem budidaya laut berkelanjutan di Indonesia. Mereka tidak hanya membudidayakan komoditas unggulan laut seperti lobster dan teripang, tetapi juga mengusung pendekatan yang dikenal dengan nama “LOKETARU”—akronim dari Lobster, Kepiting, Teripang, Rawa, dan Udang. Kelima komoditas tersebut menjadi fondasi utama strategi ekspansi BALAD Grup ke pasar global.

Dalam proses pengembangan kawasan budidaya, BALAD Grup membagi wilayah budidaya di Gugusan Teluk Kangean menjadi 11 area spesifik. Setiap area dirancang untuk spesialisasi komoditas tertentu, dengan memperhatikan ekologi laut dan daya dukung lingkungan. Pendekatan ini dinilai visioner dan menjadi daya tarik tersendiri bagi mitra internasional dari Singapura, Tiongkok, dan Vietnam.

Menurut Haji Lilur, keterlibatan mitra internasional bukan semata pada sisi pembeli atau investor, melainkan juga pada transfer teknologi budidaya, manajemen rantai pasok, dan pemasaran global. “Kami ingin membangun ekosistem budidaya laut yang bukan hanya kuat dari sisi produksi, tapi juga adaptif terhadap perubahan pasar global,” jelasnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen PB KKP RI menyatakan dukungan penuh terhadap upaya BALAD Grup dalam mengembangkan kawasan budidaya maritim di wilayah timur Indonesia. Selain lobster dan komoditas laut unggulan lainnya, KKP juga mendorong pengembangan budidaya rumput laut, kepiting, rajungan, udang, ikan nila, dan kerapu.

"Potensi budidaya laut di Kangean sangat besar, dan kami mengapresiasi inisiatif swasta seperti BALAD Grup yang mampu menggarap potensi tersebut secara terstruktur dan berorientasi ekspor," ujar salah satu pejabat Ditjen PB KKP RI yang ikut dalam survei.

Tak hanya berfokus pada produksi, BALAD Grup juga aktif melakukan pemberdayaan masyarakat pesisir. Salah satunya melalui pembentukan Kawasan Ekonomi Maritim yang menyinergikan aktivitas budidaya dengan kesejahteraan masyarakat lokal. Mereka juga tengah mengembangkan sistem digitalisasi distribusi hasil laut guna memotong rantai distribusi yang panjang dan tidak efisien.

“Kami percaya, kesejahteraan masyarakat pesisir adalah kunci keberlanjutan sektor perikanan budidaya. Karena itu, model usaha kami juga menempatkan nelayan lokal sebagai mitra aktif, bukan hanya buruh dalam rantai pasok,” terang Haji Lilur.

Dengan semakin kuatnya dukungan dari pemerintah pusat dan mitra internasional, langkah BALAD Grup untuk menjadikan Kangean sebagai sentra budidaya laut berkelas dunia kini makin nyata. Survei Ditjen PB KKP RI menjadi penanda bahwa kolaborasi swasta dan negara bisa mendorong kedaulatan ekonomi biru Indonesia.

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018