Sunday, 28 February 2021


Dahsyatnya Khasiat Antivirus Daun Sambiloto

19 Jan 2021, 14:24 WIBEditor : Gesha

EKSTRAK DAUN SAMBILOTO | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Setelah temulawak dan jahe merah yang dipercaya dapat menangkal virus corona COVID-19, baru baru ini daun sambiloto juga menjadi salah satu herbal yang dipercaya ampuh tangkal virus COVID 19. Bahkan seorang dokter di Semarang sudah membuktikan dahsyatnya khasiat dari daun sambiloto ini lebih dari 10 tahun.

Pengalaman ini dibagikan oleh dosen dan dokter dari FK UNDIP Semarang, dr. Nyoman Suci Widyastiti dalam laman media sosialnya dan mengundang perhatian para warga net. Perkenalannya dengan khasiat sambiloto ini diawali 10 tahun yang lalu saat dirinya didiagnosis hiperplasia endometrium. "Banyak alternatif terapi untuk kelainan yang sering pada 4 F (kalau nggak salah Female, Forty, Fat, fertile) tapi saya memilih terapi natural dan menghubungi teman saya, alumni S2 herbal UI : Dr. Prapti Utami, MSi dan diberikan kunir putih, pegagan dan sambiloto," tuturnya.

Saat itu pun, ada wabah virus dengan gejala merah-merah di kulit, gatal perih dan jari-jari bengkak sehingga jika pakai cincin sulit dilepas. "Setelah minum 3 jenis kapsul herbal tsb, dalam jelang waktu setengah jam, seluruh badan gatal cekit-cekit luar biasa. Gatal terutama di kulit yang merah (karena infeksi virus). Wah, gatalnya luar biasa, gak tertahankan. Tetapi setelah gatal gatal mereda, merah2 di kulit berkurang diameternya, semakin mengecil dan badan terasa nyaman," kenangnya.

Dirinya penasaran dari 3 kapsul herbal tersebut, yang mana yang mempunyai efek terhadap lesi / merah di kulit tersebut, maka mencoba satu persatu minumnya dan ternyata jawabannya ialah sambiloto. "Maka saya minum sambiloto untuk mengatasi infeksi virus tersebut. Tentu saja, dengan perjuangan menahan rasa gatal dan cekit luar biasa setiap minum sambiloto. Tetapi dengan ajaib, infeksi virus / lesi merah di kulit dengan cepat reda dan menghilang. Saya minum sesuai dengan siklus obat anti virus, minum tiap 5 atau 6 jam. Asisten di rumah juga tertular infeksi virus tersebut dan saya beri sambiloto, dengan cepat sembuh," jelasnya.

Sejak saat itulah dirinya menyadari bahwa sambiloto mempunyai efek anti virus dan mulai saya sediakan di rumah. "Setiap badan kerasa enggak enak, meriyang greges, linu, yang curiga infeksi virus atau influenza, saya dan keluarga minum sambiloto 2 kapsul dan biasanya flu reda atau tidak jadi flu," tuturnya.

Kemudian pengalaman dirinya dalam menggunakan sambiloto untuk infeksi virus / penyakit lain dimulai ketika ada residen yang sakit flu tulang (chikungunya) yang parah. "Saya beri sambiloto dan sembuh. Ada orangtua residen yang sudah sembuh dari flu tulang bertahun-tahun yang lalu, tetapi masih linu di sendi tidak sembuh dengan berbagai terapi. Saya sarankan minum sambiloto, dan hilang nyerinya, tidak kambuh-kambuh lagi," ungkapnya.

Setelah itu dirinya pernah menggunakan sambiloto pada anak yang sakit cacar air, teman yang sakit demam berdarah, kerabat yang sakut herpes, anak teman yang hepatitis dan lainnya. "Intinya saya sarankan pada sakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Bagi saya itu bagian dari ikhtiar. Saya tidak menyarankan untuk meninggalkan obat medis yang diberi oleh dokter yang merawat. Saya hanya sampaikan, bila berkenan minum sambiloto, beri jarak paling tidak 1 jam dari obat medis. Alhamdulillah, yang minum sambiloto tersebut merasakan efek yang positif," tuturnya.

Terapi COVID 19

Saat era pandemi covid ini, dirinya juga mulai agak rajin lagi minum sambiloto sebagai suplemen daya tahan tubuh. "Sampai suatu hari saya mendapat kabar, sahabat saya, sesama dokter spesialis Patologi Klinik, diantar ambulans dirujuk dari RSUD ke RSUP Dr. Kariadi Semarang karena terinfeksi Covid. Beliau sudah pensiun, pernah pasang stent (ring) jantung, hipertensi dan profil lipid jelek. Panik lah saya. Saya sangat cemas dan takut kehilangan teman saya tersebut. Saya nekad mengirim sambiloto dengan titip ke perawat ruang isolasi. Alhamdulilah, bisa titip sambiloto ke perawat saat operan jaga dan alhamdulillah sahabat saya menurut dan minum sambiloto tersebut sesuai anjuran saya. Setiap hari memantau keadaan dan tidak ada gejala berat dan swab negatif dan boleh pulang," jelasnya.

Sejak itulah dirinya menyarankan, dan membagikan sambiloto ke teman yang terpapar COVID 19. Bagian dari ikhtiar pengobatan. "Beberapa berkenan minum, sebagian tidak yakin dan tidak mau minum dan beberapa baru mau minum sambiloto setelah kehilangan keluarganya," tuturnya.

Berdasarkan testimoni teman-temannya yang minum sambiloto, banyak merasakan manfaat. Bagi yang terinfeksi tanpa gejala maka hasil swab evaluasinya cepat menjadi negatif. Bila ada gejala, maka gejalanya tidak berkembang menjadi parah dan kemudian perlahan gejala hilang dan sembuh. "Ada dua testimoni bahwa ada pasien yang perlu plasma konvalesen, namun sebelum mendapat terapi plasma konvalesen minum sambiloto, kondisinya membaik dan batal mendapat terapi plasma konvalesen,"ungkapnya.

Begitujuga ketika 11 residen yang didiagnosis positif COVID 19, justru dirinya negatif karena rutin mengkonsumsi sambiloto. "Saya tidak memaksa mereka minum sambiloto. Saya cuma sarankan minum sambiloto sebagai ikhtiar, dan kalau nggak mau ya gak apa-apa. Tetapi mereka pun minum sambiloto. Semua residen lega bahagiaaa. Termasuk yang dirawat di RS juga hasil swab evaluasi pertama langsung negatif," jelasnya.

Oh ya, tentu saja minum sambiloto tidak berarti membuat kita mengabaikan penanganan yang paling utama dari COVID-19 yaitu 5M : Menjaga jarak, Memakai masker, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilisasi. Karena hal tersebut sangat penting untuk mencegah penyebaran virus dan membantu agar pandemi segera reda atau berakhir.

Reporter : Echa/Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018