Saturday, 05 September 2026


Tak Cuma Kasih Makan! Mahasiswa Polbangtan Kementan Asah Skill Tangani Hewan Eksotik

02 Sep 2026, 05:50 WIBEditor : Gesha

Tak cuma kasih makan, mahasiswa Polbangtan Kementan juga mengasah keterampilan menangani dan merawat hewan eksotik secara aman dan bertanggung jawab.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Tak cuma kasih makan, mahasiswa Polbangtan Kementan juga mengasah keterampilan menangani dan merawat hewan eksotik secara aman dan bertanggung jawab.

Tak cuma soal memberi makan dan membersihkan kandang. Merawat hewan eksotik membutuhkan pengetahuan, ketelitian, serta teknik penanganan yang tepat. 

Hal inilah yang dipelajari mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hewan Kesayangan dan Eksotik.

Kegiatan UKM Hewan Kesayangan dan Eksotik tersebut digelar rutin setiap bulan di lingkungan Polbangtan Bogor. 

Pada kegiatan Senin (31/8), mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengasah keterampilan praktis dalam mengenal, menangani, merawat, sekaligus memantau kondisi berbagai jenis hewan.

Bagi mahasiswa Polbangtan Kementan, kegiatan ini bukan sekadar wadah menyalurkan hobi. 

UKM Hewan Kesayangan dan Eksotik menjadi bagian dari pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan teori dengan praktik langsung.

Mahasiswa dikenalkan pada karakteristik berbagai hewan, termasuk kebutuhan lingkungan, perilaku, habitat, serta pola perawatannya. 

Pasalnya, setiap spesies memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga cara merawatnya pun tak bisa disamakan.

Salah satu keterampilan yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah handling atau teknik menangani hewan.

Kemampuan handling penting karena setiap hewan memiliki karakter dan respons berbeda saat berinteraksi dengan manusia. 

Jika dilakukan secara sembarangan, penanganan dapat membuat hewan mengalami stres hingga meningkatkan risiko cedera.

Karena itu, mahasiswa Polbangtan Bogor belajar memahami perilaku hewan sebelum melakukan penanganan. 

Mereka juga diarahkan untuk menerapkan prosedur yang aman dan bertanggung jawab, baik untuk menjaga kondisi hewan maupun keselamatan orang yang melakukan handling.

Selain teknik handling hewan eksotik, mahasiswa juga mempelajari aspek dasar pemeliharaan. 

Mulai dari pemberian pakan dan air minum, kebersihan kandang, pengaturan lingkungan, sampai pemantauan kondisi fisik hewan.

Mahasiswa juga dilatih mengamati perubahan perilaku sebagai bagian dari deteksi awal kondisi kesehatan hewan.

Nafsu makan, tingkat aktivitas, kondisi fisik, dan perubahan perilaku menjadi beberapa hal yang diperhatikan dalam proses pengamatan.

Dengan keterampilan tersebut, mahasiswa diharapkan tak sekadar tahu cara memelihara hewan, tetapi juga mampu mengenali kebutuhan hewan secara lebih menyeluruh.

Menarik dan unik menjadi salah satu alasan hewan eksotik banyak diminati. Namun, keunikan tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan dalam pemeliharaan.

Mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai animal welfare atau kesejahteraan hewan.

Prinsip ini menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan fisik dan perilaku hewan selama berada dalam pemeliharaan manusia.

Dalam praktiknya, mahasiswa diarahkan memahami pentingnya menyediakan pakan yang sesuai, air minum, kandang yang aman dan bersih, serta kondisi lingkungan yang mendukung kebutuhan masing-masing spesies.

Suhu dan kelembapan lingkungan juga menjadi perhatian karena kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan hewan tertentu.

Perlakuan terhadap hewan pun harus dilakukan secara tepat agar tidak menimbulkan stres berlebihan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya membutuhkan teknologi dan sarana produksi. 

Menurutnya, sektor pertanian juga membutuhkan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi, kepedulian, serta kemampuan praktik.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi mahasiswa perlu didukung pengalaman belajar yang aplikatif.

Artinya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami materi secara teori. Mereka juga perlu mendapatkan pengalaman langsung agar keterampilan yang dimiliki semakin terasah.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin mengatakan pendidikan vokasi pertanian harus memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk belajar melalui praktik nyata.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena lulusan pendidikan vokasi diharapkan memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di lapangan.

Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan UKM menjadi salah satu sarana penting untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi sekaligus karakter.

“Kami ingin mahasiswa Polbangtan Bogor mendapatkan pengalaman belajar yang utuh. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kepedulian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab,” kata Yoyon.

Menurutnya, melalui UKM Hewan Kesayangan dan Eksotik, mahasiswa dapat belajar bahwa merawat hewan membutuhkan pengetahuan, ketelitian, serta komitmen terhadap kesejahteraan hewan.

Kegiatan UKM Hewan Kesayangan dan Eksotik juga menjadi ruang bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap dunia hewan untuk mengembangkan hobi menjadi keterampilan yang lebih terarah.

Pembelajaran dilakukan melalui perpaduan teori, pengamatan, dan praktik. 

Mahasiswa terlibat dalam proses perawatan serta pemantauan hewan dengan tetap memperhatikan prosedur penanganan yang aman dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, pengalaman mahasiswa dalam merawat hewan eksotik tak berhenti pada aktivitas memelihara. 

Mereka juga belajar memahami karakter hewan, menerapkan teknik handling, menjaga lingkungan pemeliharaan, hingga memperhatikan prinsip animal welfare.

Bagi mahasiswa Polbangtan Kementan, pengalaman tersebut menjadi bekal tambahan untuk membangun keterampilan praktis sekaligus kepedulian terhadap hewan. Dari hobi, keterampilan pun diasah agar lebih profesional dan bertanggung jawab.

Reporter : Wsd
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018