Rabu, 22 Mei 2019


Percantik Akuarium dengan Udang Red Bee

21 Peb 2019, 11:10 WIBEditor : Gesha

Udang hias jenis red bee sangat cantik di dalam akuarium | Sumber Foto:AQUASCAPE INDONESIA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sekarang ini, bukan hanya ikan hias saja yang dapat mempercantik akuarium Anda. Aneka ragam udang hias juga bisa dengan warna-warninya. Satu yang masih jadi idola adalah udang red bee dengan corak merah putihnya.

Di kalangan akuaskaper, udang hias jenis red bee bukanlah makhluk yang aneh untuk ada dalam akurium mereka. Udang yang memiliki panjang rata-rata 1,2-1,7 cm ini ternyata primadonanya udang hias untuk akuarium.

Secara umum udang hias red bee memiliki ciri khas berwarna putih salju yang dominan di seluruh tubuhnya dan corak vertical berwarna merah cerahlah yang akhirnya menjadikan udang ini red bee (lebah merah).

Udang ini tentu saja berbeda dengan udang pendahulunya bernama udang red crystal yang memiliki warna putih yang transparan sehingga kontras warna merah yang tidak terlihat.

“Udang hias jenis red bee ini banyak dicari karena bisa mempercantik akuarium dengan warnanya yang kontras seperti itu” jelas Aria salah satu pegawai Toko Ganesha Akuarium di Bogor.

Aria menambahkan pecinta aquascape rasanya kurang pas jika memiliki akuarium tanpa memajang udang red bee yang memiliki warna cerah. Itulah sebabnya, permintaan udang jenis ini tetap tinggi. “Kami saja setiap bulan mampu menjual 3.000 red bee ke sejumlah pehobi di beberapa kota” jelasnya.

Tidak hanya pasar lokal, pasar luar negeri pun sangat tertarik dengan udang hias ini. Harga udang red bee bisa mencapai harga tertinggi, sekitar Rp 15.000 untuk udang berukuran 1,7 cm.

Bahkan menurut Hirotaka Sato, peternak udang hias di Tokyo, Jepang, harga seekor red bee di negeri Matahari Terbit mencapai 2.000. 000 yen atau setara Rp232-juta.

Trik Pelihara

Sebagai pemula untuk memelihara udang hias adalah informasi sebanyak-banyaknya mengenai udang hias, salah satunya adalah memiliki setup akuarium yang tepat karena merupakan salah satu penentu dari populasi udang hias anda seperti yang disampaikan oleh salah satu akuaskaper dari Jakarta, Doddy.

Sebuah aquarium yang mature (well cycled) biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 hari dari awal setup. Tentu saja proses ini dapat dipercepat dengan menggunakan media lama ke dalam aquarium baru.

"Namun hal ini tidak direkomendasikan kecuali anda yakin bahwa media dari aquarium lama benar-benar aman, karena media lama mungkin berisi parasit  yang tidak diketahui atau virus yang dapat berbahaya bagi udang," tutur Doddy.

Sebaliknya, akan lebih baik untuk memasukan berbagai macam bakteri bubuk, nitro-bacter, bio-bakteri atau bahkan sedikit pupuk dasar untuk aquarium. Usahakan sebanyak organisme mikro dan makro bisa berkembang biak di dalam aquarium.

"Karena kebanyakan dari kita tidak memiliki peralatan untuk mengukur jumlah bakteri di rumah, kita hanya dapat mendasarkan asumsi pada parameter air lainnya dan penilaian untuk mengetahui apakah tangki sudah siap," jelas Doddy.

Empat hal yang harus dicatat sebelum memelihara udang hias adalah  Cycle aquarium yang bagus (filter yang memadai dan aquarium yang mature, tidak memasukan tanaman “kotor”, tidak menambahkan terlalu banyak zat adiktif, aerasi yang baik.

Persiapan alat yang paling penting dan dibutuhkan adalah akuarium dengan panjang minimum 60 cm, UGF filter, Canister (optional), Aerator (jika tidak memakai canister), Power head (jika tidak memakai canister maupun aerator), Soil / Substrate / Pasir  dan Lampu 0,5 x volume aqua. contoh aquarium 90liter – lampu 40-45 watt.

Ada banyak model setup aquarium untuk udang, perbedaan utamanya rata-rata hanya ada di sisi filtrasi (filter yang digunakan). "Salah satu yang favorit adalah filtrasi undergravel dengan menggunakan power head atau menggunakan aerator. Atau UGF dikombinasikan dengan canister. Rekomendasi saya kalo budget mencukupi silahkan gunakan UGF + Canister, tapi kalo untuk setup middle bisa digunakan UGF dengan power head atau aerator," jelas Doddy.

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018