Tuesday, 07 July 2020


24 Sayuran Asli Jawa Barat yang Layak Dikomersialkan

31 May 2020, 07:08 WIBEditor : Ahmad Soim

Bunga pepaya untuk sayur | Sumber Foto:Dok

 Oleh Siti Hafsah Husas – Pusluhtan BPPSDM Pertanian


TABLOIDSINARTANI.COM - Jawa Barat sebagai salah satu provinsi penghasil sayuran lokal memiliki peran cukup nyata dalam menghasilkan berbagai jenis sayuran di Indonesia.

Potensi jenis tanaman sayuran lokal yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat dan banyak terdapat di daerah Jawa Barat di antaranya adalah kenikir, beluntas, mangkokan, kecombrang, kemangi, katuk, kedondong cina, antanan, poh-pohan, dan daun ginseng jawa dan krokot.

Inventarisasi potensi jenis sayuran lokal di daerah Bogor menghasilkan 24 jenis sayuran lokal yang dikoleksi di lokasi University Farm-IPB. Sayuran tersebut adalah kenikir, beluntas, mangkokan putih, mangkokan, daun kedondong cina, kecombrang, kemangi, katuk, antanan, antanan beurit, poh-pohan, daun ginseng jawa atau kolesom, krokot, bunga turi, kucai, takokak, daun kelor, pucuk mengkudu, lembayung, terubuk, daun labu, bunga pepaya, pucuk mete, dan daun pakis.

Hasil penelitian atas kandungan senyawa pada jenis sayuran lokal tersebut menunjukkan kadar fenol dari ekstrak sayuran lokal berbanding lurus dengan aktivitas antioksidan. Antioksidan yang disebut-sebut sebagai tameng tubuh melawan polutan dan radikal bebas memang memiliki banyak manfaat dalam menjaga tubuh tetap sehat.

Suplemen antioksidan pertama kali diperkenalkan oleh sekelompok ilmuwan pada 1981 untuk melawan radikal bebas. Berbagai studi epidemiologi menunjukkan bahwa orang yang sering makan sayuran lebih rendah risikonya terkena kanker kolon, penyakit jantung, dan kondisi lain.   

Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) juga melakukan penggalian potensi ekonomis pemanfaatan sayuran lokal, antara lain melalui kegiatan promosi sayuran lokal agar lebih dikenal dan dimanfaatkan oleh konsumen sebagai alternatif sumber pangan yang bernilai gizi tinggi.

Terpilih 16 sayuran lokal, antara lain kedelai sayur, bayam, koro (roay), timun merah, paria belut, walang (false coriander), okra, rosela, gambas, labu kuning, paria (pare), kecipir, basela, tomat, jute, dan kangkung.
Hampir semua sayuran lokal memiliki potensinya masing-masing sebagai sumber senyawa tertentu yang diketahui memiliki efek fisiologis aktif dan juga farmakologis bagi kesehatan.

Sayuran lokal memiliki potensi mengandung senyawa fenolik yang baik dalam kontribusi terhadap kandungan flavonoid. Penelitian-penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa flavonoid dapat berfungsi sebagai antioksidan, antimutagenik, dan antikarsinogenik.

Dengan diketahuinya kandungan flavonoid, seperti antosianidin, flavonol, flavone, flavanol, flavanone, dan isoflavon pada tanaman sayuran lokal, diharapkan tercipta peluang untuk meningkatkan nilai tambah dalam pemanfaatannya dan nilai ekonominya. 

Adaftif dan Berkhasiat

Hal ini dipengaruhi oleh permintaan pasar dan keadaan geografis daerah setempat. Potensi sayuran lokal juga mempunyai beberapa karakteristik yang cukup menjanjikan, di antaranya dapat beradaptasi baik dalam kondisi lingkungan yang relatif beragam, merupakan alternatif sumber protein, vitamin, mineral, dan serat yang relatif murah, serta secara tradisional merupakan salah satu komponen pola tanam, khususnya dalam pemanfaatan pekarangan yang  relatif tahan cekaman lingkungan.

Di samping itu, beberapa jenis sayuran lokal juga berfungsi sebagai obat untuk suatu jenis penyakit tertentu seperti Kemangi berfungsi sebagai antioksidan atau antikanker, memperlancar air susu ibu (ASI), mengobati panas dalam dan sariawan; membantu mengatasi bau badan, bau keringat dan bau mulut.

Katuk berfungsi sebagai antioksidan atau antikanker, melancarkan ASI, mengobati borok, bisul dan infeksi kulit lainnya, memperlancar saluran pencernaan dan buang air besar.

Kecipir berfungsi sebagai antioksidan atau antikanker, mengatasi bisul, borok dan peradangan lainnya, juga mempunyai efek membersihkan darah dan menurunkan kolesterol.

Paria sebagai antioksidan atau antikanker dapat memperlancar ASI, mengendalikan penyakit diabetes, menurunkan kolesterol, mengobati gangguan liver, membersihkan darah, dan menambah nafsu makan.
 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018