Wednesday, 23 September 2020


Kementan-Pemda DKI Lakukan Gerakan Bersama Urban Farming

15 Jun 2020, 19:26 WIBEditor : Yulianto

Urban farming, salah satu cara pemenuhan kebutuhan pangan dari pekarangan saat Covid-19 | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan pertanian di lahan terbatas wilayah perkotaan (urban farming) kini menjadi tren, terutama untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Di Provinsi DKI Jakarta, gerakan urban farming melalui program GoJak Farm.

Pada Jumat (12/6) digelar Jumat Menanam Serentak dalam program GoJak Farm yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta secara virtual yang melibatkan 5 Kotamadya di DKI Jakarta yaitu Kota Jakarta Selatan, Jakarta Timurm, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Dinas KPKP DKI Jakarta dengan Direktorat Jenderal Hortikultura.

Dalam acara GoJak Farm tersebut, dilakukan penanaman secara simbolis benih yang merupakan bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Perbenihan Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura. Benih yang difasilitasi oleh Direktorat Perbenihan Hortikultura dalam acara ini, adalah benih sayuran biji yang berasal dari produsen benih melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dirjen Hortikuktura Prihasto Setyanto berharap dalam pengembangan urban farming dapat ditanam beragam komoditas hortikultura. Jadi  tidak hanya sayuran dan buah, namun juga tanaman hias untuk menambah keasrian pekarangan maupun tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan keluarga.

Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan, Sukarman mengapresiasi kegiatan GoJak Farm dan meminta agar dapat diikuti oleh wilayah lain yang akan mengadopsi/menerapkan teknologi Urban Farming.“Kami mendukung upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah DKI Jakarta, dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif," ujarnya.

Menurut Sukarman, dengan memanfaatkan lahan yang ada, maupun menanam dalam pot atau polybag, akan membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat akan sayuran, sehingga mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan dapur.

Dikatakan, keterbatasan lahan di Jakarta tidak menjadi halangan untuk melakukan penghijauan sekaligus sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di era pandemi Covid-19 ini. Dengan denikian, diharapkan DKI Jakarta tidak selalu bergantung kepada wilayah penyangga di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sayuran terutama cabai.

“Dengan melakukan penanaman sayuran yang berumur pendek, diharapkan  anggaran belanja rumah tangga juga berkurang sekaligus meningkatkan ketahanan pangan selama pandemi CoVid-19.   Harapannya ke depan, kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan berkembang luas direplikasi di kawasan yang lain," tambah Sukarman.

Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta, Walikota Jakarta Pusat, dan Walikota Jakarta Selatan. Hadir juga perwakilan dari Lanud Halim Jakarta Timur, perwakilan dari Kesbangpol DKI Jakarta, Kasudis PPAPP Jakarta Barat, perwakilan dari Dinas KPKP Kepulauan Seribu dan perwakilan dari masyarakat serta organisasi kemasyarakatan peserta penanaman serentak.

Bantuan benih yang disalurkan Dinas KPKP DKI Jakarta berupa benih sayur biji CSR, yaitu benih cabai polybag, benih tanaman obat , benih tanaman buah tahunan (durian, sawo kecik, jambu air, sukun) dan bibit ikan lele.

Lahan yang dimanfaatkan untuk ditanami komoditas tersebut yakni lahan RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak).  Salah satu contohnya adalah RPTRA Jakarta Barat yang totalnya terdapat 58 unit, dan baru 29 unit RPTRA yang dimanfaatkan lahannya menjadi lahan produktif.

Pertanaman secara hidroponik juga dilakukan pengurus masjid Baitussalam Jakarta Barat, dengan memanfaatkan pipa paralon yang sudah tidak terpakai. Sarana prasarana hidroponik diperoleh dari hasil swadaya pengurus masjid Baitusalam.  Hasil panen dari kegiatan ini dibagikan kepada masyarakat sekitar.

“Penanaman bersama ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk bersama-sama menyediakan sarana pemenuhan pangan bagi masyarakat, sehingga  diharapkan dapat berkelanjutan”, ujar perwakilan dari Dinas PPAPP Jakarta Barat.

Waluyo, perwakilan dari RPTRA Tanah Abang mengungkapkan bahwa adanya pemanfaatan lahan tidur di RPTRA diharapkan dapat  dijadikan sebagai contoh urban farming, yang salah satunya untuk bertanam sayur secara hidroponik.

“Semoga bantuan benih yang diberikan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Perbenihan Hortikultura, agar dapat ditanam dan dirawat dengan baik, agar hasilnya maksimal," katanya.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018