Monday, 19 October 2020


Kubis Malang Terbang ke Taiwan

04 Sep 2020, 07:43 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat bersiap melepas ekspor kubis ke Taiwan | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Ekspor produk pertanian, khususnya hortikultura terus menggeliat. Kamis (3/9), kubis dari kota Apel, Malang 'terbang' ke Taiwan. Ekspor tersebut dilepas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)  sebanyak 4 kontainer. Tiap kontainer berisikan 25 ton kubis dengan harga mencapai Rp 40 ribu/kg.

"Inilah yang kita sebut sebagai akselerasi pertanian. Dimana konsumsi nasional kita mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus punya nilai ekspor dan diminati oleh masyarakat di seluruh dunia," ujar SYL saat melakukan pelepasa ekspor Kubis di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

SYL mengatakan, tahun ini permintaan eskpor sayuran Indonesia mencapai kurang lebih 230 kontainer. Bahkan diprediksi jumlah tersebut akan terus meningkat hingga 300 kontainer.

"Tahun lalu ekspor sayuran dan buah-buahan kita kurang lebih 6 triliun. Kalau begitu, bisnis yang pasti menjanjikan dan mampu menghidupkan rakyat adalah pertanian yang semakin kuat dan semakin akseleratif," terangnya.

SYL mengungkapkan, pelepasan ekspor yang dilakukan ini sesuai dengan perintah dan arahan Presiden RI Joko Widodo, karena pemulihan ekonomi menjadi prioritas di tengah pandemi Covid 19 yang masih terjadi di seluruh dunia. "Petunjuk bapak Presiden selalu mau melihat agar akselerasi ekonomi yang real dan bisa memberikan efek pendapat bagi rakyat. Itulah yang perlu didorong," katanya

Karena itu, SYL berharap semua elemen bangsa mendorong sektor pertanian untuk terus bekerja dan berproduksi. Selain itu kualitas pertanian Indonesia juga harus terus ditingkatkan lebih tinggi lagi supaya mampu bersaing dengan produk luar negeri.

"Ekonomi dunia lemah untuk satu atau dua tahun kedepan, tetapi yang tidak pernah melemah adalah pertanian, karena untuk keperluan pangan tidak bisa ditunda. Kalau begitu bisnis Pertanian tetap terbuka. Pertanian hanya gagal kalau managmennya tidak baik," tutupnya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018