
Mentan SYL saat berkunjung ke agrowsisata kelengkeng di kawasan Borobudur
TABLOIDSINARTANI.COM, Magelang---Akhir pekan, Sabtu (6/3) Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tetap melakukan aktivitas dengan meninjau kawasan kebun agrowisata buah kelengkeng Borobudur di Kabupaten Magelang. SYL berharap pengembangan agrowisata bisa tumbuh di setiap kawasan hortikultura lainnya.
"Kebun kelengkeng ini menjadi salah satu tempat objek wisata. Selain memiliki Candi Borobudur, Kabupaten Magelang memiliki Wisata Kebun Lengkeng," katanya usai panen kelengkeng sekaligus mencicipi buah lokal yang dikembangkan di kawasan agro wisata tersebut.
"Buah kelengkengnya manis-manis sekali dan bisa dilihat buahnya sangat banyak. Agro wisata di Kabupaten Magelang luar biasa," tambahnya. Karena itu SYL akan mendorong terus pengembangan kawasan buah lokal di daerah lainnya. Bahkan ia berharap setiap daerah mempunyai kawasan dan agrowisata buah.
Namun SYL mengingatkan agar dalam pengembangan kawasan buah lokal harus memperhatikan keunggulan komparatif dan kompetitif wilayah. Bahkan harus dikelola secara komprehenship dari hulu hingga hilir. Apalagi setiap daerah memiliki ciri khas sendiri, sehingga perlu penyesuaian untuk buah lokal yang dikembangkan.
Dikesempatan yang sama, pemilik Agro Wisata Kebun Kelengkeng Borobudur sekaligus Anggota Koramil 19/Borobudur Kodim 0705/Magelang, Mugiyanto menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mentan SYL di lahan agro wisata kebun kelengkeng yang dikelolanya seluas 1,3 hektar (ha) dengan populasi tanaman 250 pohon jenis Kateki.
Mugiyanto berharap pengembangan kawasan agrowisata buah bisa diduplikasi di daerah lain. Saat ini ada lebih dari 8.000 desa di Indonesia. "Seandainya setiap desa memiliki minimal 1 hektar lahan yang ditanam dengan buah lokal maka kebutuhan Indonesia untuk buah lokal tentu akan tercukupi," ucapnya.
Mugiyanto mengaku dalam waktu dekat melakukan kerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperluas kawasan kebun kelengkeng. Selain itu, pengembangan kebun lengkeng ini memiliki pohon induk yang sudah disertifikasi sehingga setiap tahun bisa menghasilkan benih kelengkeng mencapai 100.000 benih yang siap tanam dan untuk mendukung program pemerintah.
"Benih sudah tersebar hampir diseluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua sudah ada. Kebetulan di Kalimantan Timur kita juga mendampingi petani dibawah Dinas Provinsi Kalimantan Timur," katanya.
Menurutnya, peluang usaha budidaya kelengkeng sangat menjanjikan. Sebab kebutuhan nasional Indonesia menurut data mencapai 80 ribu hingga 90 ribu ton setiap tahun, tapi sebagian masih didatangkan dari luar.
"Bertani saat ini tidak kotor dan tidak susah apabila mau terus berinovasi. Kita saja disini memiliki petani binaan Kabupaten Magelang yang memang mensupport kebutuhan disini. Di kebun kelengkeng ini menghasilkan 12 sampai 15 ton, jadi kekurangan dari permintaan kita ambil dari petani-petani binaan," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, pengelolaan kebun lengkeng ini merupakan model pengembangan budidaya lengkeng berbasis kawasan yang memberikan keuntungan, baik pada pengelolaan maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Ini agar menjadi inspirasi bagi para pemuda tani. Saya bangga dan haru kepada Mugiyanto yang baru mengetahui ternyata seorang TNI penyandang disabel dinas di Kodim 0705 Magelang,” tuturnya.
Prihasto mengatakan, pertumbuhan positif sektor pertanian dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah komoditas hortikultura yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,85 persen. Ini terjadi karena adanya kenaikan permintaan buah dan sayur selama pandemi Covid-19.
"Komoditas hortikultura juga tumbuh 7,85 persen karena permintaan buah-buahan dan sayuran selama pandemi Covid-19," tambahnya.
Jawa Tengah merupakan sentra kelengkeng terbesar, dengan 167 ribu pohon dengan jenis lengkeng Batu, Selarong, Pingpong, Diamond River, Itoh, Mutiara Poncokusumo dan Kateki.
Lokasi sentra kelengkeng tersebar di Jawa Tengah yakni Kabupaten Semarang, Blora, Karanganyar, Klaten, Jepara, Temanggung, Wonogiri, Magelang, dan Sragen.
“Mari mengonsumsi buah lokal. Kandungan karbohidrat dalam buah Lengkeng cukup banyak, sedangkan lemak dan kalorinya rendah, sehingga bisa menjadi asupan sumber karbohidrat dan menjaga stamina,” tuturnya.
Pada tahun 2021, Kementan terus meningkatkan produk hasil hortikultura, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan tiga strategi utama pengembangan hortikultura 2021-2024, yaitu pengembangan Kampung Hortikultura, penumbuhan UMKM Hortikultura dan digitalisasi pertanian melalui pengembangan sistem informasi.
"Di mulai dari sisi hulu, Ditjen Hortikultura akan berfokus pada peningkatan kualitas perbenihan dan tata kelola produksi ramah lingkungan. Sementara dari sisi hilir, fokus diutamakan pada fasilitasi bahan baku industri, mendukung ketahanan pangan dan mendukung ekspor," katanya.
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/