Saturday, 23 October 2021


Tabanan Siap Jadi Sentra Bawang Putih di Bali

07 Oct 2021, 09:58 WIBEditor : Gesha

Panen bawang putih di Tabanan | Sumber Foto:Puslitbanghorti

TABLOIDSINARTANI.COM, Tabanan --- Mencapai swasembada bawang putih pada tahun 2024. Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan untuk kedua kalinya melaksanakan Demfarm Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) bawang putih di Banjar Batusesa, Desa Candi, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali.

"RPIK bawang putih yang ada di Tabanan merupakan salah satu dari 6 komoditas RPIK yang dilaksanakan di Indonesia. Untuk bawang putih sendiri ada di Tawangmangu Jawa Tengah dan Tabanan, Bali. Di Tabanan, dilaksanakan di dua lokasi berbeda yaitu di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti dan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan," ungkap Kepala Puslitbanghorti, Dr. Ir. Muhamad Taufiq Ratule, M.Si. dalam sambutannya pada kegiatan Bimbingan teknis : “Inovasi teknologi bawang putih berkelanjutan di Provinsi Bali, Selasa (05/10).

Mengapa dipilih bawang putih sebagai komoditas RPIK?, Muhammad Taufiq menuturkan produksi bawang putih dunia saat ini masih didominasi oleh Tiongkok. Di sisi lain, produksi nasional bawang putih masih sedikit karena luasan tanam yang belum luas, hanya 12 ribu hektar. 

"Karenanya, harus ditingkatkan dengan memperluas areal dan meningkatkan produksi. Kita harus bisa berproduksi 600 ribu ton untuk bisa swasembada bawang putih. Bali jika bisa menanam dengan luasan 1.000 hektar saja dengan produksi minimal minimal 10 ton per hektar Bali sudah bisa surplus bawang putih”, ujarnya.

Bupati Tabanan yang diwakili Setda Kabupaten Tabanan Ir. I Wayan Kotio, MP. menyampaikan apresiasinya atas penyelengggaraan Bimtek Inovasi Teknologi Bawang Putih. “Kedepannya kegiatan seperti ini diharapkan bisa menyemangati petani dalam mengembangkan bawang putih. Kami percaya dan sudah melihat langsung, dengan inovasi-inovasi teknologi akan mampu mengembalikan kejayaan bawang putih di Tabanan”, ucapnya.

Disampaikan pula bahwa, Kabupaten Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali merupakan daerah agraris yang sangat potensial untuk pengembangan bawang putih. Tabanan memiliki lahan sawah seluas 19.000 hektar dan bukan sawah seluas 50.000 hektar. Dari luasan itu tahun 2020 luas penanaman bawang putih baru seluas 45 ha dan tahun 2021 meningkat menjadi 50 ha. Saat ini rata-rata produksi bawang putih di Tabanan mencapai 10 ton per hektar.

“Varietas yang ditanam yaitu Lumbu hijau, Lumbu kuning dan varietas lokal Kesuna Kayu. Saat ini kami bekerjasama dengan Badan Litbang Pertanian sedang menguji keunggulan Kesuna Kayu. Semoga produksi bawang putih di Tabanan bisa berlipat ganda, mampu menyaingi bawang putih import, sehingga kedepannya mampu menguatkan ekonomi masyarakat, memenuhi kebutuhan benih, konsumsi bawang putih secara mandiri. Bahkan menjadikan bawang putih sebagai komoditas eksport nantinya”, ungkapnya dengan penuh semangat. 

Sebagai peserta Bimtek, seorang petani sayur di Desa Candikuning, Baturiti bernama I Wayan Ada sebagai peserta Bimtek mengaku sangat senang. Dirinya bercerita bahwa dahulu tahun 80an daerahnya merupakan sentra bawang putih. Akan tetapi dengan berkembangnya sektor pariwisata di Bali, usaha budidaya bawang putih mulai ditingalkan petani, karena produksinya rendah dan dianggap tidak menguntungkan.

“Tetapi dengan adanya inovasi teknologi proliga super bisa meningkatkan produksi bawang putih sampai 20 ton per hektar, kami jadi bersemangat lagi untuk menanam bawang putih. Apa yang diperoleh dari bimtek ini sebagai bekal kami ke depan dalam mengembangkan bawang putih”, ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI yang hadir dalam bimtek tersebut Drs. I Made Urip M.Si mengatakan pihaknya sebagai bagian pemerintah, bersama kabupaten, provinsi maupun pusat harus bekerjasama untuk meningkatkan ekonomi petani. Salah satunya melalui kegiatan demfarm bawang putih. Peserta bimtek juga diharapkan Made bisa dengan tekun mengikutinya, karena menurutnya dengan Bimtek ini nantinya peserta akan memperoleh gambaran dalam pengembangan bawang putih.

“Kami akan terus berupaya membantu petani melalui APBN, karena sektor pertanian merupakan sektor yang paling kuat menghadapi pandemic Covid-19 saat ini. Disaat sektor lain terutama pariwisata melemah, hanya pertanian yang bisa tumbuh. Ini juga berkat kerja keras Kementerian Pertanian yang terus bergerak mendampingi petani di daerah-daerah”, ungkapnya.

Bimtek dan panen bersama bawang putih dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Bupati Tabanan yang diwakili Setda Kabupaten Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbang Hortikultura), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, BPSB Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Camat Baturiti, P4S Hidayah Bali, PPL, Babinsa, Babinkamtibmas, Balitsa, Pekaseh Subak/Subak Abian, Pengurus dan anggota kelompok tani Desa Candikuning serta BPTP Bali sendiri. Selain itu hadir pula beberapa kepala BPTP, peneliti dan penyuluh BPTP yang wilayahnya merupakan sentra bawang putih di Indonesia seperti kepala BPTP Jateng, Sumsel, dan NTB. 

Reporter : Yusuf dan NR. Ahmadi
Sumber : Puslithorti
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018