
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Neger
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat merespons gejolak harga cabai rawit merah (CRM) yang kembali merangkak naik akibat faktor cuaca.
Badan Pangan Nasional memperkuat langkah stabilisasi pasokan dan harga melalui sinergi pengendalian inflasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Langkah tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (18/2).
Dalam forum tersebut, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Ketut Astawa, menekankan pentingnya kekompakan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah, dalam menjaga stabilitas harga di lapangan.
Menurutnya, tim pengendali inflasi harus bergerak bersama. Dinas Pangan dan Dinas Perdagangan dinilai paling memahami kondisi riil di pasar. Apabila ditemukan pelanggaran, aparat penegak hukum seperti Ditkrimsus Polda dan Satreskrim Polres setempat siap memberikan dukungan. Ia menegaskan bahwa pengawasan terpadu sangat penting agar harga tetap terkendali.

Ketut menjelaskan, kenaikan harga cabai saat ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok. Tanaman cabai di lahan sebenarnya cukup melimpah atau dalam kondisi standing crop.
Namun hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir membuat aktivitas panen menjadi terbatas. Banyak petani enggan memetik cabai karena khawatir kualitas menurun dan hasil panen rusak.
Dampaknya, pasokan yang masuk ke pasar tidak optimal. Di Kediri, harga CRM di pasar induk sempat berada pada kisaran Rp78.000 hingga Rp98.000 per kilogram.
Sementara di pelelangan Sleman, harga di tingkat petani tercatat sekitar Rp75.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga sempat turun dari kisaran Rp80.000 menjadi Rp55.000 per kilogram sebelum kembali terdorong naik akibat cuaca.
Sebagai langkah konkret stabilisasi, Bapanas akan menjajaki pasokan dari sentra produksi di Lembang, Jawa Barat. Pasokan tersebut akan difasilitasi melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan ke dua pasar induk strategis, yakni Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Induk Tanah Tinggi. Dengan pasokan yang diperbanyak di pasar induk, diharapkan harga bisa perlahan turun karena ketersediaan barang meningkat.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan bahwa pengendalian harga pangan merupakan arahan langsung Presiden. Pemerintah, kata dia, terus bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan harga tetap stabil dan terjangkau masyarakat.
Upaya tersebut dinilai menunjukkan hasil positif, termasuk saat menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan dan Idulfitri 2025.
Cabai rawit merah memang termasuk komoditas hortikultura yang memiliki volatilitas tinggi. Perubahan cuaca dan kelancaran distribusi sangat memengaruhi harga di pasar.
Melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah, dukungan distribusi, serta pengawasan terpadu, pemerintah optimistis stabilisasi harga cabai rawit merah dapat terus terjaga sekaligus melindungi kepentingan petani, pedagang, dan konsumen.