Saturday, 07 November 2026


Sentuhan Kreatif Ciptakan Lahan Pertanian Produktif

21 Jan 2015, 17:35 WIBEditor : Tiara Dianing Tyas

Kelurahan Ijobalit yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat sebelumnya dikenal sebagai daerah ‘Lendang Panas’ atau hamparan panas. Namun dengan sentuhan kreativitas, kini wilayah tersebut bisa menjadi lahan pertanian yang produktif.

Adalah Lalu Slamet Suryawan Sahak yang mempelopori upaya pengairan di wilayah Kelurahan Ijobalit. Berkat tekad kuat pria 57 tahun itu kini Ijobalit telah menjadi lahan pertanian yang produktif yang mendapat aliran air dari Sungai Sordang, kaki Gunung Rinjani.

Saluran yang dibangunnya pada tahun 1982 tersebut saat ini telah mengairi 700 hektar lahan pertanian. Awalnya tanah di sekitar pemukiman masyarakat di wilayah ini sangat tandus, sementara itu Sungai Prago yang langsung berasal dari Puncak Gunung Rinjani memiliki debit air sangat besar namun tidak mengalir ke wilayah Ijobalit ini.

Langsung berfikiran kritis, Slamet merasa air tersebut percuma hanya terbuang ke laut, sehingga timbul ide untuk membuat bendungan agar air bisa mengaliri lahan yang ada di sekitar Ijobalit. Menggunakan karung yang dibeli dengan pribadinya dan diisi tanah untuk membendung air, bukit setinggi 18 meter pada akhirnya berhasil dilalui oleh air.

Pada tahun 1990 bendungan yang terbuat dari karung tersebut jebol, namun hal tersebut tidak menurunkan semangat pria lulusan salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta tersebut untuk terus berusaha mengalihkan air ke lahan pertanian.

Pada 1991 Slamet berupaya membelah bukit setinggi 18 meter tersebut. Meski dianggap ‘gila’ oleh warga sekitar, tapi langkah itu terus dilakukannya dan ia pun berhasil membuktikan bahwa semua yang dilakukannya tak sia-sia. Pada 1995, gunung setinggi 18 meter tersebut berhasil di belah sepanjang 2 kilometer guna menyalurkan air dan air pun berhasil menembus saluran yang digalinya tersebut. Sejumlah warga yang sebelumnya mencibirnya, kini menjadikan Slamet sebagai panutan.

Kerja keras yang dilakukan selama hampir 30 tahun berbuah hasil yang bisa dinikmati banyak orang saat ini. Ijobalit kini telah menjadi kelurahan yang hijau, tidak lagi gersang seperti dulu. Bahkan Ijobalit kini memiliki tempat pariwisata yang diberi nama Lembah Hijau.

Keberhasilan Slamet diapresiasi oleh pemerintah. Ia pun dianugerahi penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2014 yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Tia

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018