Thursday, 22 October 2026


Kevin Gani dengan Garda Pangan Selamatkan Lingkungan dan Perut Lapar

17 Nov 2025, 11:39 WIBEditor : Gesha

Kevin Gani bersama Garda Pangan menyelamatkan makanan layak makan dari tempat sampah, mengurangi sampah organik, sekaligus memberi ribuan perut lapar harapan baru setiap harinya.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Kevin Gani bersama Garda Pangan menyelamatkan makanan layak makan dari tempat sampah, mengurangi sampah organik, sekaligus memberi ribuan perut lapar harapan baru setiap harinya.

Di tengah tumpukan sampah makanan yang terus menumpuk di Indonesia, ada sosok muda yang bergerak nyata menyelamatkan pangan sekaligus lingkungan.

Kevin Gani, pemimpin Garda Pangan, kini menjadi wajah gerakan food rescue terbesar di Surabaya. Dengan tekad dan aksi nyata, ia membuktikan bahwa menyelamatkan makanan yang layak konsumsi bukan hanya soal kemanusiaan, tapi juga cara cerdas menjaga bumi.

Indonesia termasuk salah satu penyumbang sampah makanan terbesar dunia. Sepanjang 2000–2019, Food Loss and Waste (FLW) mencapai 23–48 juta ton per tahun.

Hampir 50–60 persen sampah nasional adalah sampah organik, sebagian besar berasal dari rumah tangga, restoran, hotel, dan supermarket.

Sebagian besar makanan masih layak konsumsi, tapi terbuang sia-sia. Masalah ini justru menjadi pemicu lahirnya Garda Pangan.

Awal mula gerakan ini berakar dari keresahan Dedhy Trunoyudho, pengusaha katering, yang setiap minggu harus membuang makanan berlebih.

Dari sisi bisnis, cara itu praktis, tapi bagi istri Dedhy, Indah Audivtia, kebiasaan ini terasa menyesakkan.

Bersama Eva Bachtiar, mereka memutuskan menyalurkan makanan berlebih ke yang membutuhkan. Dari langkah kecil itu, Garda Pangan lahir sebagai gerakan food bank yang kini dipimpin Kevin Gani.

Kevin mengambil alih kepemimpinan dengan visi jelas: menyelamatkan makanan layak konsumsi untuk masyarakat prasejahtera, sambil membangun kesadaran lingkungan. Tantangan awal bukan kecil.

“Transportasi menjadi hambatan besar. Banyak makanan rusak sebelum sampai ke penerima karena kita tak punya kendaraan berpendingin,” ujar Kevin.

Solusinya? Mereka menggelar Charity Night pada 2019, mengumpulkan dana untuk membeli refrigerated van yang jadi tulang punggung distribusi Garda Pangan hingga kini.

Seiring waktu, Garda Pangan berkembang dari sekadar menyalurkan makanan menjadi gerakan edukasi.

Workshop, sesi edukasi, dan Gleaning Trip digelar untuk menanamkan kesadaran bahwa makanan bukan sekadar kebutuhan perut, tapi juga soal empati.

Program Gleaning Trip menyasar hasil panen petani yang harganya anjlok atau tidak lolos standar pasar. Alih-alih dibiarkan membusuk, sayur dan buah diselamatkan, lalu disalurkan ke keluarga yang membutuhkan.

Inovasi tidak berhenti di situ. Garda Pangan juga mengembangkan bisnis maggot BSF (Black Soldier Fly).

Larva ini mungkin terdengar menjijikkan bagi sebagian orang, tapi memiliki kekuatan super: sebagai pakan ternak tinggi protein dan pengganti tepung ikan atau kedelai impor, serta menghasilkan pupuk organik dari kotorannya.

Dengan cara ini, makanan yang tak bisa dikonsumsi manusia tetap berkontribusi bagi ekonomi dan lingkungan.

Kolaborasi juga menjadi kunci kesuksesan. Garda Pangan kini bekerja sama dengan hotel, restoran, hingga brand makanan ternama, termasuk Shangri-La Hotel, Sheraton Surabaya, Four Points by Sheraton, Nutrifood, Sunpride, Super Indo, Dunkin Donuts Jemursari, Sayurbox, Corica Pastries, dan Nestle.

Produk yang diterima adalah bahan pangan belum kedaluwarsa, buah, roti, dan sayur layak konsumsi. Kolaborasi ini menegaskan bahwa penyelamatan pangan adalah gerakan kolektif, bukan tugas individu.

Hingga saat ini, Garda Pangan telah menyalurkan makanan ke 196 lokasi di Surabaya dan sekitarnya. Dampaknya bukan hanya mengurangi sampah makanan, tapi juga membantu ribuan orang memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Di tengah derasnya arus sampah makanan, Garda Pangan hadir sebagai oase harapan. Kevin Gani membuktikan bahwa dengan keberanian, kreativitas, dan empati, perubahan bisa dimulai dari hal kecil.

Dari pintu ke pintu, dari dapur restoran ke meja keluarga prasejahtera, mereka menyelamatkan makanan, bumi, dan masa depan. Garda Pangan adalah bukti nyata bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu menemukan jalannya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018