Sunday, 24 October 2021


Update Teknologi Pascapanen Dunia, Balitbangtan Gelar Konferensi Internasional

12 Oct 2021, 18:00 WIBEditor : Gesha

Konferensi Internasional The 3rd International Conference on Agricultural Postharvest Handling and Processing (ICAPHP), Selasa (12/10). | Sumber Foto:Humas Balitbangtan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pengolahan dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) menggelar Konferensi Internasional bertajuk The 3rd International Conference on Agricultural Postharvest Handling and Processing (ICAPHP), Selasa (12/10). 

"Konferensi Internasional ini menjadi ajang untuk mengupdate teknologi terkini dari seluruh dunia terkait pascapanen, pengolahan, termasuk prosesing di dalamnya, " ungkap Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry di sela-sela acara. 

Tak hanya mengidentifikasi kemajuan teknologi terkini, Konferensi Internasional selama dua hari ini juga membahas regulasi dan inovasi kebijakan di bidang pertanian. Termasuk penanganan dan pengolahan pascapanen untuk memenuhi kebutuhan secara holistik serta pendekatannya untuk memperkuat ketahanan pangan global.

Seperti diketahui, masalah dan tantangan saat ini di sektor pertanian pangan terdiri dari peningkatan populasi, perubahan iklim, keamanan dan kualitas pangan, pangan, losses and waste, kerawanan pangan, dan perubahan perilaku. Karenanya memerlukan terobosan besar dalam ilmu terkait dan teknologi, regulasi, dan kebijakan.  

FAO juga menyebutkan sekitar 60 juta jiwa menghadapi kondisi kerawanan pangan selama 2014-2019. "Karenanya, Konferensi International ICAPHP 3 merupakan salah satu wadah untuk sosialisasi dan jejaring kolaboratif, " sebut Kepala BB Pascapanen, Prayudi Syamsuri. 

Adapun tema dari ICAPHP 3 yaitu “ Agricultural Postharvest Handling and Processing Innovation: Strengthening Global Food Security” Acara diikuti oleh 5 negara yaitu Jepang, Italy, Perancis, Australia dan Indonesia.

Acara terbagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama yang terselenggara pada hari pertama berupa acara seremonial dan parallel session untuk “invited” speaker”.Pada hari kedua akan diisi dengan acara pemaparan dari para presenter makalah yang terseleksi sebanyak 93 presenter.

Kegiatan ini juga diapresiasi langsung oleh Walikota Bogor, Bima Arya. Menurutnya, kegiatan penting ini karena Pascapanen menjadi kata kunci dalam pembangunan pertanian. "Kami menyadari kegiatan pascapanen penting dalam siklus pertanian dan agribisnis. mulai dari panen hingga pengolahan, dari pengolahan hingga siap konsumsi atau pengemasan ke pasar langsung, " tuturnya. 

Apresiasi juga datang dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan Hari Pangan Sedunia yang akan jatuh pada 16 Oktober 2021, dengan tema “Our actions are our future-better production, better nutrition, a better environment, and a better life.” 

"Karenanya, tindakan untuk memperkuat ketahanan pangan seharusnya tidak hanya untuk mencegah kelaparan, tetapi juga untuk memberikan kehidupan dan lingkungan yang lebih baik, " ucapnya. 

Dirinya berharap melalui perkembangan pesat teknologi 4.0, teknologi pascapanen bisa mengikuti perkembangan jaman sehingga bisa lebih maju mandiri modern sekaligus memperkuat ketahanan pangan global. 

Selain Konferensi Internasional yang melibatkan seluruh stakeholder, peneliti, akademisi dan praktisi baik nasional maupun International, kegiatan juga diisi dengan ditandatanganinya 1 MoU dan 13 Perjanjian Kerjasama antara Balitbangtan dengan instansi pemerintah maupun swasta. Hal ini menunjukkan kapasitas Badan Litbang Pertanian berkontribusi mendukung program Kementrian Pertanian serta melibatkan seluruh stakeholder terkait. 

Acara juga diiringi dengan launching 10 produk unggulan dari Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian. Launching produk pertanian berupa: Nano Waxing Produk Buah Segar, Pupuk Nano Biosilika, Node Biosilika, Biopellet, Yoghurt Kambing, Nasi Instan, Mie Nusantara, Tepung Telur, Tepung Pre- gel, Gelatin Halal. 

Acara terselenggara baik secara online dan off line. Acara juga diiringi pameran side event dari produk-produk hasil penelitian dan pengembangan pertanian. 

 

 

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018