Friday, 15 May 2026


Mentan Ajak IPB Perkuat Riset dan Hilirisasi

10 Apr 2026, 08:04 WIBEditor : Yulianto

Mentan Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke techno park IPB University

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor--- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong IPB University untuk semakin agresif mengembangkan riset yang aplikatif dan berorientasi bisnis.

Saat kunjungannya ke Science Techno Park IPB, Bogor, Kamis (9/4), Mentan menekankan, dunia kampus, khususnya IPB, harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata di lapangan sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

“Kenapa kita bisa dapat rezeki? Karena saya lihat masalah dunia. Pupuk, racun tikus. Saya teliti, lumayan dapat rezeki,” ujar Mentan.

Ia mencontohkan pengalamannya yang meneliti produk pengendalian hama hingga belasan tahun sebelum akhirnya berhasil dikomersialisasikan.

“Dikira pelihara tuyul, dan lain-lain yang ngga benar. Kita lahirkan ide. 13 tahun meneliti racun tikus, baru laku dijual,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan utama perguruan tinggi ada pada kemampuan berpikir dan melahirkan solusi. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk berani menjual gagasan dan inovasi, bukan sekadar mencari pekerjaan.

“Anak muda harus diajari, di IPB ini, yang paling enak ini menjual otak, menjual ide,” katanya.

Mentan juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Ia menyebut potensi besar mahasiswa agribisnis dalam menciptakan usaha berbasis inovasi pertanian.

“Jumlah mahasiswa sekolah bisnis IPB ada 1.400 an, mahasiswa agribisnis 500. Kita bridging mahasiswa dan kampus kepada bisnis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mentan mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan IPB dalam pengembangan teknologi pertanian, termasuk inovasi peternakan berbasis probiotik.

“Ke depan, kita buat ayam kampung, 30 - 40 hari sudah satu kilogram. Dengan probiotik. Ini penting. Kita ingin ini dikembangkan bersama IPB,” ujarnya. 

Amran menegaskan, sinergi antara Kementerian Pertanian dan IPB menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi hasil riset. Karena itu riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani dan masyarakat luas.

“Bridging dengan IPB harus diperkuat. Riset harus turun ke lapangan, menjadi solusi, dan menjadi bisnis,” pungkasnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018