Wednesday, 21 October 2026


Andi Amran Sulaiman Tantang Alumni ITS Taklukkan Dunia Inovasi Pertanian

20 Apr 2026, 13:33 WIBEditor : Gesha

Andi Amran Sulaiman menantang alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember jadi motor inovasi pertanian dunia, dorong solusi nyata hadapi krisis pangan global.

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya ---Andi Amran Sulaiman menantang alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember jadi motor inovasi pertanian dunia, dorong solusi nyata hadapi krisis pangan global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melontarkan tantangan besar kepada para lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Ia meminta alumni kampus teknik tersebut tak sekadar mencari kerja, tapi tampil sebagai motor inovasi pertanian yang mampu menjawab krisis global.

Pesan itu disampaikan Amran saat menghadiri prosesi wisuda ITS di Surabaya, Minggu (19/4). Di hadapan ribuan wisudawan, ia menegaskan dunia sedang tidak baik-baik saja. Tiga krisis besar mulai dari pangan, energi, dan air jadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

“Kalau tiga sektor ini kita kuasai, Indonesia akan sangat kuat. Bahkan tidak mudah diganggu negara lain,” tegas Amran.

Menurutnya, Indonesia justru punya peluang besar untuk menjadi solusi global. Syaratnya satu: inovasi harus lahir dari dalam negeri, termasuk dari kampus-kampus seperti ITS.

Amran memaparkan, sektor pertanian nasional saat ini menunjukkan tren positif. Stok pangan nasional sudah mencapai 4,9 juta ton dan segera menembus 5 juta ton. Angka ini melonjak tajam dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 2,6 juta ton.

Lonjakan ini, kata dia, bukan kebetulan. Ada kombinasi kebijakan, teknologi, dan kerja keras petani di lapangan.

Namun, ia mengingatkan capaian itu belum cukup. Tantangan ke depan jauh lebih kompleks, terutama dengan perubahan iklim dan ketidakpastian global.

Tak cuma pangan, sektor energi juga jadi fokus besar pemerintah. Amran menyebut Indonesia tengah mempercepat transisi menuju energi berbasis biofuel dari sawit.

Targetnya menghentikan impor solar hingga 5 juta ton mulai 1 Juli 2026. "Insya Allah kita stop impor. Kita ganti dengan biofuel dari dalam negeri,” ujarnya optimistis.

Program ini juga didukung pengembangan bioetanol (E20) yang bersumber dari tebu, jagung, hingga singkong. Artinya, sektor pertanian dan energi kini makin terhubung erat.

Di tengah dorongan inovasi, ITS muncul sebagai salah satu kampus yang dinilai mampu menjawab kebutuhan teknologi nasional. Salah satu yang mencuri perhatian adalah traktor listrik buatan mahasiswa.

Amran bahkan mengaku sudah memesan 10 unit untuk diuji coba di lapangan. “Harganya separuh dari traktor biasa, lebih efisien, dan tidak pakai solar. Ini game changer,” katanya.

Teknologi ini dianggap bisa memangkas biaya produksi petani sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain traktor listrik, pengembangan bensin sawit atau bio-gasoline juga tengah digenjot. Program ini dijalankan bersama BUMN, termasuk PTPN IV, dengan skema bertahap dari skala kecil ke besar.

Amran menekankan pentingnya menjaga hak paten inovasi dalam negeri agar tidak diambil pihak asing. “Ini energi masa depan Indonesia. Kita harus kuasai teknologinya,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan komitmennya mencetak lulusan siap pakai. Pada wisuda kali ini, ITS meluluskan 1.710 mahasiswa dari berbagai jenjang.

Ia menyebut kurikulum kampus kini dirancang bersama industri agar mahasiswa tidak kaget saat masuk dunia kerja. “Penelitian tidak boleh berhenti di perpustakaan. Harus jadi solusi nyata,” ujarnya.

Kolaborasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Pertanian, juga terus diperkuat agar inovasi kampus benar-benar aplikatif di lapangan.

Di akhir sambutannya, Amran kembali menegaskan tantangannya: alumni ITS harus berani tampil di garis depan inovasi global. Menurutnya, tidak ada yang mustahil jika dikerjakan dengan kolaborasi dan kerja keras.

“Ayo kerja untuk Merah Putih. Yang sulit itu pasti bisa ditaklukkan,” pungkasnya.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018