Friday, 15 May 2026


Amran Sulaiman Libatkan 170 Bupati, Target Indonesia Jadi Raksasa Pangan 2027

20 Apr 2026, 12:00 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menggerakkan 170 bupati se-Indonesia untuk tancap gas bangun sektor pertanian, menargetkan Indonesia jadi raksasa pangan dunia pada 2027.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --Menteri Pertanian Amran Sulaiman menggerakkan 170 bupati se-Indonesia untuk tancap gas bangun sektor pertanian, menargetkan Indonesia jadi raksasa pangan dunia pada 2027.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan sekitar 170 bupati dari seluruh Indonesia dalam satu forum strategis yang menyoroti percepatan program ketahanan pangan nasional.

Pertemuan ini disebut sebagai langkah konkret untuk mengakselerasi target Indonesia menjadi raksasa pangan dunia pada 2027, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Amran menegaskan, kehadiran para kepala daerah tidak boleh diwakilkan. Hal ini untuk memastikan komitmen langsung dari bupati dalam mengawal program pertanian di wilayah masing-masing.

“Kurang lebih 170 bupati se-Indonesia hadir, tidak diwakili,” ujar Amran dalam keterangannya. Senin (20/4) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian. 

Bantuan Pertanian

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mengumumkan bantuan besar untuk sektor pertanian. Nilainya mencapai Rp9,95 triliun yang diberikan dalam bentuk hibah tanaman dan pupuk organik gratis kepada petani.

“Yang pertama adalah ada bantuan Bapak Presiden langsung, nilainya untuk tanaman itu gratis, hibah totalnya Rp9,95 triliun dalam bentuk tanaman dengan olah pupuk organik diberikan secara gratis,” jelasnya.

Adapun komoditas yang menjadi fokus meliputi tebu, kopi, kakao, mete, pala, dan kelapa. Program ini ditargetkan mencakup luas lahan hingga 870 ribu hektare di seluruh Indonesia.

Selain bantuan tanaman, pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian. Salah satunya melalui program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare. Tak hanya itu, penguatan irigasi juga dilakukan melalui pompanisasi dan berbagai skema lainnya yang menjangkau sekitar 1,5 juta hektare lahan.

“Ada 30 ribu cetak sawah tambahan, kemudian irigasi, pompanisasi dan seterusnya 1,5 juta hektare seluruh Indonesia,” kata Amran.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran irigasi lebih dari Rp3 triliun. Jika digabung dengan program lainnya, total anggaran mencapai sekitar Rp12 triliun.

Amran menegaskan, distribusi bantuan tidak dilakukan secara merata. Ada dua indikator utama yang menjadi penilaian, yakni potensi wilayah dan kinerja kepala daerah.

“Pertama tergantung potensi wilayah, kedua respon bupatinya. Kalau bupatinya tidak peduli, kasihan rakyatnya dan program bisa macet, dananya bisa kembali,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan ini diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak terhambat di tingkat daerah.

Antisipasi El Nino

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Amran menyebut, kondisi stok pangan nasional saat ini dalam posisi aman.

Ia bahkan mengungkapkan, dalam waktu tiga hingga empat hari ke depan, cadangan beras diperkirakan mencapai 5 juta ton. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Tiga hari ke depan, empat hari ke depan mencapai 5 juta ton. Itu kabar baik,” ujarnya.

Selain itu, standing crop atau tanaman yang siap panen saat ini mencapai 11 juta ton. Sementara stok di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeca) berada di angka 12,5 juta ton.

“Totalnya bisa 11 bulan. Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan. Artinya lebih dari cukup,” tambahnya.

Untuk memperkuat ketahanan air, pemerintah juga menyiapkan sekitar 80 ribu unit pompa yang ditargetkan mampu mengairi hampir 1 juta hektare lahan. Program ini difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi peningkatan indeks pertanaman.

Tak hanya itu, bantuan benih tahan kekeringan juga disiapkan guna mendukung peningkatan produksi. Benih tersebut dirancang agar dapat mempercepat masa tanam dan meningkatkan frekuensi panen.

“Dari satu tanam menjadi dua kali, kita memberi benih yang tahan kekeringan dan umurnya agak pendek,” jelas Amran.

Capaian Pertanian

Amran juga menyinggung dampak kebijakan energi terhadap sektor pertanian, khususnya terkait program biofuel berbasis kelapa sawit. Ia menyebut, kebijakan tersebut justru berdampak positif terhadap peningkatan produksi dan ekspor.

“Yang terjadi adalah peningkatan produksi, ekspor kita naik 6 juta ton,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga global akibat pengalihan sebagian produksi ke biofuel mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas.

Capaian sektor pertanian pun menunjukkan tren positif. Amran mengungkapkan, pertumbuhan sektor ini meningkat signifikan dari sebelumnya 0,67 persen menjadi 5,7 persen.

“Ini adalah lompatan yang luar biasa berkat kerja bupati, gubernur, TNI, Polri, Kejaksaan, kolaborasi,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Amran kembali menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam menyukseskan program ini. Ia bahkan memberikan sinyal bahwa daerah yang aktif akan mendapatkan percepatan bantuan.

“Yang rajin datang, bantuannya kita percepat,” tutupnya.

Dengan berbagai program yang telah disiapkan, pemerintah optimistis target menjadikan Indonesia sebagai raksasa pangan dunia pada 2027 dapat tercapai. Peran daerah dalam hal ini menjadi kunci utama keberhasilan implementasi di lapangan.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018