Wednesday, 04 November 2026


BRMP Mektan Pamer Teknologi Andalan PM-AAS di Inagritech 2026, Buktikan Modernisasi Pertanian

30 Jul 2026, 12:14 WIBEditor : Gesha

BRMP Mektan memperkenalkan teknologi andalan PM-AAS di Inagritech 2026. Drone AGRA 30 dan PowerGro SP-300 disiapkan untuk mempercepat modernisasi sawah Indonesia.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – BRMP Mektan memperkenalkan teknologi andalan PM-AAS di Inagritech 2026. Drone AGRA 30 dan PowerGro SP-300 disiapkan untuk mempercepat modernisasi sawah Indonesia.

Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP Mektan) menampilkan teknologi unggulan pendukung Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) pada ajang Inagritech 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. 

Bersama Aerotron Industries, BRMP Mektan memperkenalkan dua inovasi yang telah melalui proses pengujian, yakni PowerGro Seed Germinator SP-300 dan Drone Pertanian AGRA 30.

Kehadiran kedua teknologi tersebut menjadi bukti bahwa modernisasi pertanian tidak lagi sebatas konsep. 

Melalui PM-AAS, Kementerian Pertanian mendorong penggunaan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, sekaligus memperkuat daya saing pertanian nasional.

Kepala BRMP Mektan Arief Rachman mengatakan modernisasi pertanian harus dimulai sejak awal proses budidaya hingga panen. 

Karena itu, setiap teknologi yang dikembangkan maupun diperkenalkan BRMP Mektan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani dan telah melalui proses pengujian.

"PM-AAS bukan hanya menghadirkan alat dan mesin pertanian modern, tetapi membangun sistem budidaya yang lebih efisien mulai dari benih, penanaman, pemeliharaan hingga panen. Teknologi yang kami tampilkan sudah melalui pengujian sehingga siap diterapkan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani," ujar Arief.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah PowerGro Seed Germinator SP-300, alat perkecambahan benih hasil kolaborasi BRMP Mektan dengan Ilssang Industry Co. Ltd., Korea Selatan. 

Teknologi ini dirancang untuk mengatur suhu, aerasi, dan kelembapan secara otomatis sehingga benih dapat berkecambah lebih cepat dan seragam.

Berdasarkan hasil pengujian BRMP Mektan, alat tersebut mampu menghasilkan daya kecambah mencapai 92,26 persen dengan tingkat keseragaman hingga 99,99 persen. 

Proses perkecambahan juga dapat dipercepat menjadi sekitar 43 jam, sehingga petani dapat menyiapkan benih tanam dalam waktu yang lebih singkat.

Bagi petani, keseragaman benih memiliki manfaat besar karena tanaman tumbuh lebih merata. 

Kondisi ini memudahkan pengaturan pemupukan, irigasi, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman sehingga potensi kehilangan hasil dapat ditekan.

Selain teknologi benih, BRMP Mektan juga memperkenalkan Drone Pertanian AGRA 30 yang telah memperoleh Test Report resmi dari BRMP Mektan. 

Drone multifungsi ini mampu melakukan penyemprotan pestisida maupun pupuk cair sekaligus penaburan benih atau pupuk granular dalam satu perangkat.

Dengan kapasitas tangki 30 liter, AGRA 30 memiliki produktivitas kerja hingga 5,36 hektare per jam. 

Drone ini dilengkapi teknologi nozzle sentrifugal, modul Spreader 360 derajat, serta sensor penghindar rintangan dan sensor mengikuti kontur lahan sehingga aplikasi input pertanian menjadi lebih presisi dan efisien.

Menurut Arief, penggunaan drone pertanian tidak hanya mempercepat pekerjaan di lapangan, tetapi juga membantu petani menghemat penggunaan pupuk dan pestisida karena aplikasi dilakukan lebih merata sesuai kebutuhan tanaman.

Kolaborasi BRMP Mektan dan Aerotron Industries menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga riset pemerintah dan dunia industri mampu menghasilkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga siap digunakan di lapangan. 

Seluruh teknologi yang diperkenalkan telah melalui proses pengujian sehingga memberikan jaminan performa sebelum diadopsi petani.

Melalui PM-AAS, Kementerian Pertanian menargetkan sistem budidaya padi menjadi lebih modern dengan memanfaatkan mekanisasi, digitalisasi, serta pertanian presisi. 

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, menekan biaya produksi, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Keikutsertaan BRMP Mektan dalam Inagritech 2026 juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai inovasi mekanisasi pertanian kepada petani, penyuluh, Brigade Pangan, dan pelaku usaha pertanian. 

Dengan semakin luasnya adopsi teknologi modern, pemerintah optimistis transformasi pertanian dapat berjalan lebih cepat dan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018