Rabu, 12 Desember 2018


Lirik Petani Millenial dengan Autonomous Tracktor

09 Nov 2018, 14:16 WIBEditor : Gesha

Inventor Autonomous tracktor dari BBP Mektan, Tri Wahyudi | Sumber Foto:Gesha

Traktor Masa Depan Tanpa Awak

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Serpong --- Perkembangan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk menarik minat petani muda kini semakin canggih dengan dikeluarkannya Autonomous Tracktor. Sepasang traktor masa depan yang dikemudikan dari balik laptop tanpa menggunakan manusia.

“Kita buat ini untuk mengantisipasi kekurangan tenaga kerja dalam pengolahan lahan, termasuk penggunaan disaat orang lain tidak bisa bekerja. Misalnya pada malam hari,” tutur inventor autonomous tracktor dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Tri Wahyudi.

Traktor tersebut dikemudikan dengan sistem program tertentu dan bisa disetting untuk berjalan melakukan tugasnya dengan mengikuti alur yang sudah ditentukan sebelumnya.

Tri mengungkapkan traktor yang digunakan merupakan traktor manual namun dengan sentuhan otomatisasi.  “Kopling, gas, rem selama ini kan dikendalikan manusia sebagai operatornya. Tapi ini kita buat otomatis dengan ditambahkan actuator yang mengendalikan kopling, rem (kanan kiri), gas, perseneling maju mundur, perseneling (gigi 1-2), implement dan mematikan engine,” tuturnya.

Untuk mengendalikan actuator, Tri menggunakan microcontroller yang telah terprogram. “Otak kontrolnya kita menggunakan mini computer yang disambungkan dengan wifi dengan laptop atau komputer penggunanya,” beber Tri.

Saat menggunakannya di lahan, pengguna memasukkan titik koordinat GPS pada lahan yang akan diolah sehingga autonomous tracktor bisa bergerak mengikuti alur yang sudah terprogram. “Nanti bisa kita tentukan polanya apakah zigzag atau maju mundur,” tuturnya.

Diakui Tri, peruntukan autonomous tracktor seperti ini memang diperuntukkan bagi petani millennial. “Akan semakin banyak petani muda yang merasa tertarik, karena dengan adanya ini (autonomous tracktor) cukup dioperasikan dari computer bisa langsung jalan. Enggak perlu capek nyangkul,” tuturnya.

Lahan Kering

Autonomous ini dapat berfungsi untuk  mengolah tanah dengan menggunakan traktor Roda  4 dengan system kemudi yang dapat dikendalikan secara otomatis. Traktor otonom ini dapat melakukan pengolahan lahan sesuai dengan peta perencanaan dengan akurasi  5-25 cm. Sistem navigasi yang digunakan GPS berbasis Real Time Kinematika (RTK).

Autonomous tracktor ini diakui Tri digunakan untuk lahan kering, belum bisa digunakan untuk lahan sawah yang berat. “Untuk mengolah lahan di sawah yang berat membutuhkan tenaga yang lebih kuat,” tuturnya.

Namun jika tetap ingin digunakan dalam lahan sawah, traktor bisa disetting dengan sistem manual. “Kita buat sistemnya knock down sehingga bisa dicopot, jika memang ingin digunakan secara manual,” tuturnya.

Autonomous tracktor ini juga dilengkapi dengan sensor infrared dan sensor gerak pada tubuhnya, sehingga dipastikan aman untuk dipergunakan di lahan. “Kita pasang pengaman pada sensornya. Misalnya saat berjalan dan dalam jarak 1 meter di depannya ada orang, sensor akan menangkap sinyalnya dan langsung mati secara otomatis. Sehingga kecelakaan bisa terhindarkan,” ungkapnya.

Di luar negeri, seperti di Jepang penggunaan autonomous tracktor seperti ini sudah dirilis dengan nama Robot Tracktor oleh perusahaan alsintan, Yanmar. Menariknya, traktor tersebut merupakan rangkaian Traktor Otomatis yang menghadirkan pekerjaan presisi tinggi dengan operasi manusia minimal.

 

 

 

 

Reporter : YN
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018