Sabtu, 24 Agustus 2019


Dua Teknologi Pasca Panen Mangga agar Berkualitas Ekspor

08 Agu 2019, 13:00 WIBEditor : Ahmad Soim

Pasca panen mangga berkualitas ekspor | Sumber Foto:Abi Y

Terdapat beberapa perusahaan eksportir yang sudah menggunakan teknologi penanganan ini untuk mengekspor buah



TABLOIDSINARTANI.COM -  Dengan produksi mangga rata-rata mencapai 1,8 juta ton per tahun, Indonesia merupakan eksportir terbesar kelima di dunia yang dapat memenuhi permintaan pasar internasional sepanjang tahun.


Kendati demikian, mangga Indonesia yang diekspor masih dihadapkan pada kuliatas akibat kerusakan selama pengiriman hingga sampai negara tujuan. Kenyataan ini karena pengiriman melalui laut memerlukan waktu lebih lama. Sementara itu biaya pengiriman dengan pesawat mencapai 10 kali biaya pengiriman melalui jalan darat atau kapal laut, hal ini menyebabkan harga jual mangga Indonesia tidak dapat bersaing dengan mangga dari negara lainnya.


“Oleh karena itu, kami merekomendasikan penggunaan teknologi hot water treatment (HWT, red) dan formula pelilinan. Teknologi HWT dan formula pelilinan telah terbukti mempertahankan mutu buah selama pengiriman ekspor dengan tingkat kerusakan kurang dari 10 persen,” demikian diungkapkan Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen, Prayudi Syamsuri di Bogor, Kamis (8/8/2019).


Pria yang akrab disapa Prayudi ini menjelaskan kedua teknologi ini efektif dalam mengendalikan pertumbuhan lalat buah dan penyakit selama perjalanan. Teknologi tersebut sudah diimplementasikan oleh beberapa eksportir buah segar.


“Terdapat beberapa perusahaan eksportir yang sampai saat ini menggunakan teknologi penanganan tersebut untuk mengekspor buah diantaranya buah mangga ke beberapa negara melalui transportasi laut,” jelasnya.


Prayudi menyebutkan ekspor mangga saat ini mengalami peningkatan yang cukup tajam, namun masih banyak faktor yang perlu mendapat perhatian. Yakni kualitas mangga segar, adanya lalat buah, chilling injury selama transportasi dalam pemasaran, serta daya simpan yang relatif singkat.


“Persaingan ekspor mangga sangat ketat sehingga perlu pengetahuan dan perbaikan menyeluruh, termasuk diantaranya penanganan pascapanen, sehingga produk pertanian kita dapat bersaing dengan negara lain,” tandasnya.


Perlu diketahui, beberapa varietas mangga Indonesia yang berpeluang untuk pemasaran ekspor adalah Gedong, Arumanis, Manalagi, dan Golek. Saat ini pangsa pasar utama mangga segar Indonesia adalah Timur Tengah, Hongkong, Singapura, Malaysia, dan Cina.

Reporter : Abi Y
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018