
Sarang burung walet
TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan -- Burung walet hidup berkoloni. Dia akan bersarang di temat itu terus asal tidak ada gangguan.
Abdul Gafar (50), pria yang beralamat di Desa Pembeliangan RT 03 Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan ini sudah 5 tahun menggeluti bisnis jual beli sarang burung walet. Ia berbagi tips untuk bisa sukses membudidayakan burung walet dan cara berdagangnya.
"Kalau harganya lagi bagus, seperti saat ini bisa mencapai Rp 13 juta per kg," jelasnya. Per bulannya ia dapat menjual sebanyak 20-30 kg sarang burung walet yang dibeli dari beberapa peternak langganannya.
Gafar mengakui, sarang burung walet itu kemudian dijual kembali kepada pedagang besar yang ada di Jakarta. “Jadi saya tinggal kirim sudah ada yang membeli lagi, untuk diolah dan diproses lebih lanjut,” ujarnya.
Sarang burung walet biasanya diperoleh dari peternak yang ada di Sembakung, Sembakung Hilir, Sebuku dan Seimanggaris, di Kecamatan Sembakung saja jumlah rumah atau bangunan walet milik masyarakat mencapai ribuan unit. Sarang burung walet dari Sembakung Hilir ini banyak diminati pembeli karena sarangnya dikenal lebih bersih, putih seperti kapas.
“Kalau mengenai harga sarang burung walet ini memang naik turun mengikuti harga pasar, selain itu juga tergantung kualitas sarang, secara umum ada 3 tingkatan, yakni paling mahal itu bentuk mangkok Rp 13 juta per kg, kemudian sudut dibanderol harga kisaran Rp 9-10 juta per kg sementara bentuk patahan sekitar Rp 7-8 juta per kg,” kata Gafar.
Bahkan menurut Gafar, sarang walet yang bentuknya serbuk seperti pasir pun masih ada harganya biasa dijual kisaran 1-2 juta per kg.
BACA JUGA:
Gafar selain menekuni bisnis jual beli sarang walet, dia juga memiliki bangunan atau rumah burung walet sebanyak 2 unit, “satu bangunan sudah menghasilkan sarang dan pernah dipanen sekitar 2 kg lebih, yang 1 lagi belum tapi Alhamdulillah sudah ada waletnya,” jelasnya.
Burung walet tambah Gafar, hidupnya berkoloni dan sangat setia bersarang di satu tempat, dia akan bersarang di situ terus menerus yang penting jangan ada gangguan atau sesuatu hal membuat burung walet merasa tidak nyaman.
“Seperti keberdaan tikus dan tokek bisa membuat burung walet merasa terganggu dan akhirnya bisa berpindah tempat, selain itu juga keberadaan burung hantu bisa menjadi predator bagi burung walet, jadi kita peternak harus mengantisipasinya,” tandasnya.
===
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/