Saturday, 23 October 2021


Ditangan Michel Koibur, Gunungan Sekam Padi Jadi Bokashi

30 Sep 2021, 21:14 WIBEditor : Gesha

Gunungan sekam padi yang akan dijadikan Bokashi | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM,Papua Barat --- Bokashi yang dikenal dengan pupuk kompos dihasilkan dari proses fermentasi dengan menggunakan EM4.  Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat bokashi.  Seperti yang dilakukan oleh Michel Koibur, S.P., M.Si.  spesialis limbah dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari.  

Gunungan sekam padi yang terhampar di wilayah transmigrasi Satuan Pemukiman (SP) Manokwari, Papua Barat.  Bersama Tim Teaching Factory (TEFA), Koibur begitu ia kerap disapa mengumpulkan sekam padi untuk ditingkatkan nilai gunanya menjadi bokashi. "Hanya tinggal menambahkan EM4, gula, dedak, serat atau dedaunan atau hijauan (batang pisang, daun gamal) dan kotoran ternak," tuturnya.  

Langkahnya EM4 dicampur dengan gula merah atau tetes tebu kemudian campur kembali dengan air. Hijauan telah dikumpulkan campur hingga merata.  Tuangkan dedak diatas bahan.  Dedak juga berfungsi sebagai tempat tumbuhnya jamur.  Setelah itu, EM4 dan gula dicampur secara homogen menggunakan skop dengan merata termasuk juga kotoran ternak.

Kotoran ternak Koibur dapatkan dari Laboratorium Peternakan Terpadu Polbangtan Manokwari yang tengah melakukan budi daya ayam dan puyuh.  Kolaborasi sangat diperlukan untuk mewujudkan pertanian yang presisi.  

Setelah semua bahan tercampur, bokashi dihamparkan seperti membuat bedengan, dengan tinggi 15 – 20 centimeter (cm).  Jika tingginya lebih jamur yang ada dapat mati.  Langkah selanjutny, tutup bokshi dengan terpal, diamkan selama 1 hingga 3 minggu.  

Adanya kotoran ternak menimbulkan efek panas dari proses fermentasi yang akan membuat mati bakteri.  Menggunakan termometer atau uji dengan tangan.  Dibolak balik.  Jika panas setiap hari, tidak panas 2 atau 3 hari sekali.  Bokashi dinyatakan layak guna apabila tidak panas, berbau segar, tidak terdapat hama dan penyakit. 

Reporter : Nsd
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018