Thursday, 30 June 2022


Peternak Sapi Boyolali Terimbas PMK

18 May 2022, 13:37 WIBEditor : Yulianto

Peternak di Boyolali terkena imbas PMK | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Boyolali---Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi mulai merambah beberapa wilayah Indonesia. Seperti pengakuan peternak sapi potong di Boyolali, Hariyono.

Ia menceritakan, asal mula sapinya terindikasi PMK adalah ketika membeli satu sapi sebelum Lebaran. Namun beberapa hari kemudian sapi tersebut menunjukkan gejala tidak sehat. Setelah melapor ke petugas dinas dan dilakukan pengambilan sampel, baru terbukti kalau sapinya terindikasi PMK.

“Hari Sabtu saya melapor, sorenya langsung datang petugas dari puskeswan, mengecek sapi saya dan dilanjutkan hari minggunya pengambilan darah, ceritanya saat Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke peternak di Boyolali, pekan lalu.

Kini setelah mendapat bantuan obat-obatan, Hariyono mengaku, kondisi sapi yang awalnya tidak bisa berdiri karena PMK kini sudah menunjukkan kesembuhan. “Sapi saya sudah dipantau dan dibantu obat-obatan. Sekarang sapi-sapi saya sudah ada peningkatan nafsu makan,” katanya.

Bupati Boyolali, Said Hidayat melaporkan, di Boyolali diperkirakan total ada 21 kasus yang terkonfirmasi PMK. Namun, dalam jangka waktu 4 hari setelah penyuntikan pertama, sapi tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda membaik.

“Sejak terkonfirmasi ada ternak yang kena PMK, kami langsung melakukan desinfeksi pada seluruh pasar-pasar ternak di Boyolali, dilanjutkan ke titik-titik peternakan,” kata Said Hidayat.

Said menjelaskan, setelah adanya kasus terkonfirmasi pihaknya langsung mengambil langkah melokalisir ternak sapi yang sakit. Kemudian, penyuntikan obat-obatan dan vitamin, serta berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait agar penyebaran kasus PMK ini dapat terkendali.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara Herina Indrihastuti juga melaporkan, dari 64 ternak yang terkonfirmasi PMK, saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda membaik.

“Dari BBVet Wates, Karantina sudah datang mengecek dan memberikan bantuan. Koordinasi dengan kepolisian dan OPD juga sudah kami lakukan, termasuk KIE dan pembatasan lalu lintas ternak juga,” katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, perlunya langkah cepat dan sinergi antara pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan stakeholder, dengan meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat recovery ternak yang teridentifikasi positif PMK.

Kementerian Pertanian katanya, akan menyiapkan bantuan obat hewan, desinfektan dan APD, serta telah membentuk gugus tugas nasional penanganan PMK. "Wabah PMK itu ada dan kita lihat tren penyembuhan yang sangat positif. Hari ini semua mengatakan seperti itu. Kecepatan kita bereaksi mengambil tindakan itu menentukan hasil," kata SYL saat Rapat Koordinasi PMK di Kantor Bupati Boyolali, Jumat (13/5).

SYL mendapat laporan kondisi terkini situasi PMK di Jawa Tengah yang mengalami hasil yang membaik. Karena itu memberi apresiasi Gubernur Jawa Tengah, Bupati, DPR dan Muspida sudah turun tangan dengan cepat.

“Hari ini saya lega melihat perkembangan ternak di Klaten dan Boyolali yang memiliki populasi ternak sangat besar terutama susu, tidak boleh terkontaminasi PMK," pintanya.

Reporter : julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018