Thursday, 30 June 2022


Tangani PMK, Pemerintah Siapkan Kunci Penanganan

18 May 2022, 13:46 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat berkunjung ke peternak sapi di Boyolali | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Boyolali---Kementerian Pertanian menyiapkan kunci mempercepat penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini menyerang ternak sapi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ada beberapa kunci upaya mempercepat penanganan PMK. Pertama, semua pihak bersikap tenang, karena pemerintah sudah terjun ke lapangan untuk bekerja optimal dan hasil penanganan PMK yang semakin membaik.

Kedua, perbaiki data. Ini saatnya kita benahi dan faktualisasi data, termasuk berapa jumlah populasi, jumlah yang terkena PMK dan lainnya. Data itu yang objektif dan normatif," ujarnya saat meninjau kondisi ternak yang terindikasi PMK di Desa Singosari, Kec. Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (13/5).

Ketiga, pemerintah telah membentuk gugus tugas nasional sehingga harus ditindaklanjuti secara serius dengan membentuk gugus tugas provinsi dan kabupaten. Dari gugus tugas akan lahir Satuan Tugas (Satgas) yang didukung Polri, TNI dan Kejaksaan untuk mendukung percepatan penanganan PMK.

"Gugus tugas ini berfungsi menyusun dan melakukan agenda aksi serta sebagai pusat informasi. Oleh karena itu termasuk pengendalian Satgas harus siap, sehingga tidak ada informasi yang bisa terkait kebenaran ternak yang terkena dan mati karena PMK," tegasny.

Keempat, lanjut SYL, membangun empat agenda. Pertama agenda darurat, yakni lockdown yakni menutup daerah. Kedua, agenda temporeri adalah penyuntikan, penyembuhan dan lainnya. Ketiga, agenda recovery yaitu ternak yang mati diganti, disembuhkan dan ditambahkan.

"Yang terpenting juga dilakukan yaitu sosialisasi terkait PMK itu tidak berbahaya pada manusia. Kemudian daging yang terkena PMK asalkan dimasak sampai matang," tuturnya.

Melihat hal tersebut, Menteri Pertanian, SYL juga mengaku lega melihat perkembangan yang terjadi terkait penanganan PMK ini. Untuk itu SYL meminta, masyarakat tidak boleh panik berlebihan. “Kalian semua lihat sendiri, ini 15 sapi kena dan sekarang sudah mulai pulih,” ujarnya.

“Yang paling penting PMK ini tidak berbahaya bagi manusia. Dagingnya masih bisa dimakan jika dimasak dengan benar, kecuali jeroannya dan bagian-bagian kepalanya,” tambah SYL.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah mengatakan, pemerintah pusat sudah membuat pedoman dan SOP (Standar Operasional Prosedur) penanganan wabah PMK.  Pedoman dan SOP tersebut juga akan didistribusikan ke dinas-dinas di daerah.

Ia juga menjelaskan, kebijakan seperti penutupan pasar adalah kewenangan daerah. Sebab, Pemda yang mengetahui kondisi di lapangan, baik dan buruknya. “Kami meminta kerjasama dari daerah untuk selalu memvalidasi data dan mengecek kondisi ternak langsung dilapangan," ungkap Nasrullah.

Lebih lanjut Nasrullah juga mengatakan, untuk mendukung penanganan PMK yang lebih masif, Kementan telah menyiapkan vitamin dan obat-obatan yang siap didistribusikan ke daerah- daerah terdampak atau daerah sentra peternakan lain.

Reporter : julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018