Wednesday, 10 August 2022


900 Ekor Sapi Di Kabupaten Sergai Dapat Vaksin Tahap Pertama

22 Jul 2022, 09:47 WIBEditor : Herman

Vaksi PMK di Kabupaten Serdang Bedagai | Sumber Foto:Istansu

TABLOIDSINARTANI.COM, Serdang Bedagai --- Mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Serdang Bedagai melakukan vaksinasi tahap pertama pada 900 ekor sapi di Kabupaten tersebut. Selain itu juga melakukan isolasi dan pengobatan pada ternak yang tertular.

Disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Serdang Bedagai, Drh Andrias Ginting  Msi, bahwa jumlah ternak ruminansia besar di Kabupaten Serdang Bedagai berjumlah 43.897 ekor sapi dan 658 ekor kerbau.

“Ternak yang terinfeksi Penyakit PMK sebanyak 2.228 ekor. Dari yang terinfeksi tersebut setelah diobati mengalami kesembuhan 1.535 ekor sehingga diperoleh selisih data yang tidak terdeteksi potong paksa yang tidak dilaporkan,” ungkapnya.

Sementara itu, saat ini sapi yang sedang tahap penyembuhan berjumlah 329 ekor dan masa pengobatan 364 ekor.

Diungkapkan Ginting, dari pantauan penyebaran virus PMK rata-rata 41 ekor per hari. Sedangkan untuk mencapai kekebalan komunal maka 70% populasi hewan ruminansia yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai harus di vaksin.

“Dari situ dapat diketahui kebutuhan vaksin PMK untuk Kabupaten Serdang Bedagai mencapai 31.188 ekor. Saat ini yang baru di vaksin tahap pertama 900 ekor maka akan ada vaksin PMK tahapan selanjutnya,” ujar Ginting.

Dalam penanganan wabah PMK, Dinas Ketahanan Pangan dan  Peternakan Serdang Bedagai menurunkan petugas gabungan yang berjumlah 75 orang paramedis serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), 3 orang Dokter Hewan dan dari TNI/Polri.

Dengan jumlah 17 Kecamatan, 6 Kelurahan, dan 237 desa, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai terus melakukan sosialisasi PMK dengan memberikan himbauan untuk memutus mata rantai penyebaran virus dengan tidak menggembalakan ternak secara bersama dengan ternak lain yang bukan satu kandang.

“Maka ada baiknya ternak pengembalaan terbatas atau hanya dalam kandang dengan pemberian pakan hijauan lebih dari biasanya. Harapannya peternak dan masyarakat memahami kondisi wabah PMK,” ujarnya.

Reporter : Istansu
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018