Wednesday, 15 July 2026


Jadi Ajang Diplomasi Ekonomi, Kementan Incar Investasi Global di Indo Livestock 2026

18 Jun 2026, 10:47 WIBEditor : Herman

Pembukaan Indo Livestock 2026

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang – Kementerian Pertanian (Kementan) memanfaatkan penyelenggaraan Indo Livestock Expo & Forum 2026 sebagai instrumen diplomasi ekonomi untuk menarik investasi, mempercepat transfer teknologi, serta memperkuat daya saing sektor peternakan nasional di tingkat global.

Komitmen tersebut ditegaskan saat pembukaan Indo Livestock Expo & Forum 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Rabu (17/6).

Mewakili Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda secara resmi membuka pameran internasional tersebut.

Tahun ini, Indo Livestock diikuti sekitar 600 perusahaan dari 30 negara, dengan kehadiran tujuh paviliun negara yakni China, Eropa, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam.

Partisipasi internasional yang terus meningkat dinilai menjadi bukti besarnya perhatian dunia terhadap perkembangan industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

Agung menegaskan bahwa subsektor peternakan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, peningkatan kebutuhan protein hewani harus diimbangi dengan penguatan investasi, penerapan teknologi modern, serta kemitraan yang lebih erat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan investor.

“Indo Livestock merupakan salah satu pameran peternakan berskala internasional di Indonesia. Namun lebih dari itu, Indo Livestock adalah instrumen diplomasi ekonomi peternakan Indonesia di hadapan dunia. Ajang ini menjadi tempat bertemunya para pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri, ruang terjadinya transaksi bisnis, sekaligus wadah konsolidasi nasional untuk mempercepat modernisasi usaha peternakan dan kesehatan hewan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB),” kata Agung.

Penyelenggaraan tahun ini juga mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak pertama kali digelar pada 2002, Direktorat Jenderal PKH Kementerian Pertanian bertindak sebagai tuan rumah bersama PT Napindo Media Ashatama.

Menurut Agung, pembangunan peternakan Indonesia ke depan tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi. Lebih dari itu, sektor ini harus mampu memperkuat investasi, mempercepat adopsi teknologi, dan memperluas akses pasar agar semakin kompetitif serta berkelanjutan.

Sementara itu, Managing Director PT Napindo Media Ashatama, Arya Seta Wiriadipoera, mengatakan Indo Livestock telah berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi.

“Lebih dari sekadar ajang pameran, Indo Livestock merupakan platform kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi. Melalui partisipasi ratusan perusahaan dari berbagai negara, kami berharap penyelenggaraan tahun ini dapat mendorong lahirnya peluang kerja sama, investasi, dan transfer teknologi yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur Indonesia,” ujar Arya.

Tidak hanya menghadirkan pameran peternakan, Indo Livestock 2026 juga digelar bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026. Kolaborasi tersebut menghadirkan ekosistem industri pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Berbagai program unggulan turut meramaikan agenda tahun ini. Salah satunya adalah penyelenggaraan perdana Indo Livestock Grand Championship (ILGC) yang menampilkan kontes ternak dan Seni Ketangkasan Domba Garut dalam format indoor pertama di Indonesia.

Selain itu, terdapat Youth Farmers Day bertema From Farm to Fame yang menyasar generasi muda, serta Fisheries Buyers Meeting yang mempertemukan eksportir nasional dengan calon pembeli dari berbagai negara.

 

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018