
Sapi Perah Unggul
TABLOIDSINARTANI.COM, Baturraden --- Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden terus memperkuat upaya peningkatan kualitas pembibitan sapi perah nasional.
Salah satunya melalui kegiatan Market Sounding dan Sosialisasi Persyaratan Teknis Bibit Sapi Perah serta Persyaratan Penyedia yang digelar secara virtual beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan proses pengadaan bibit sapi perah berlangsung secara transparan, kompetitif, dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang telah ditetapkan.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha guna menyamakan persepsi terkait spesifikasi teknis, persyaratan administrasi, serta mekanisme pengadaan yang akan diterapkan.
Acara dipimpin langsung Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Hadir pula Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hary Suhada, perwakilan Kejaksaan Negeri Purwokerto, serta sembilan perusahaan importir sapi perah terkemuka.
Dalam kesempatan tersebut, BBPTUHPT Baturraden dan PPK memaparkan secara rinci kebutuhan bibit sapi perah yang akan diadakan. Penjelasan mencakup standar genetik, persyaratan kesehatan ternak, hingga kelengkapan administrasi yang wajib dipenuhi oleh calon penyedia.
Kehadiran Kejaksaan Negeri Purwokerto dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen BBPTUHPT Baturraden untuk menerapkan tata kelola pengadaan yang akuntabel dan sesuai regulasi. Pendampingan hukum diharapkan dapat mengawal seluruh tahapan pengadaan agar berjalan transparan dan terhindar dari potensi permasalahan hukum.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, mengapresiasi langkah yang dilakukan BBPTUHPT Baturraden. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menghadirkan bibit sapi perah unggul yang mampu mendukung kebutuhan nasional.
“Kolaborasi yang baik akan memastikan ketersediaan bibit ternak unggul yang mampu mendukung peningkatan produksi susu nasional, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujar Hary.
Sementara itu, Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, menjelaskan bahwa proses pengadaan akan dilanjutkan melalui mekanisme Mini Kompetisi pada platform e-Katalog.
Metode tersebut dipilih untuk menjamin proses pengadaan berlangsung lebih terbuka, kompetitif, dan efisien sehingga menghasilkan penyedia terbaik dengan harga yang wajar.
Melalui mekanisme tersebut, BBPTUHPT Baturraden menargetkan diperolehnya bibit sapi perah dengan kualitas genetik unggul yang dapat mendukung program pengembangan peternakan nasional dalam jangka panjang.
Pengadaan ini juga menjadi bagian dari program penguatan kapasitas BBPTUHPT Baturraden melalui penambahan 600 ekor sapi perah di fasilitas pembibitan. Penambahan populasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan bibit sapi perah berkualitas bagi peternak di berbagai daerah di Indonesia.
Lebih jauh, Dani mengungkapkan bahwa keberhasilan program pengembangan sapi perah di Baturraden akan direplikasi ke wilayah lain. Salah satunya melalui rencana pembangunan pusat pengembangan ternak sapi perah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
“Sebagai kelanjutan dari program ini, kami telah menyusun rencana strategis untuk mereplikasi keberhasilan Baturraden dengan membuka pusat pengembangan ternak sapi perah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang memiliki potensi lahan dan lingkungan yang sangat mendukung,” ungkapnya.