Wednesday, 21 October 2026


El Nino Ancam Peternakan, DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan

07 Jul 2026, 10:09 WIBEditor : Herman

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi saat berkunjun ke Balai Veteriner (BV) Banjarbaru, Kalimantan Selatan,

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarbaru – Komisi IV DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat kesiapsiagaan subsektor peternakan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino. Salah satu fokus utama yang didorong adalah penguatan kapasitas laboratorium veteriner sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran penyakit hewan.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Veteriner (BV) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7/2026). Kunjungan ini bertujuan meninjau kesiapan laboratorium veteriner sekaligus membahas strategi mitigasi untuk menjaga produktivitas peternakan dan ketahanan pangan nasional di tengah ancaman musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, yang memimpin rombongan, menegaskan bahwa perubahan iklim harus diantisipasi sejak dini karena berpotensi memengaruhi ketersediaan pakan dan air bagi ternak, meningkatkan risiko penyakit hewan, hingga berdampak pada produksi pangan nasional.

Menurut Titiek, Kalimantan Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional sekaligus pemasok kebutuhan pangan bagi sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting.

"Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah termasuk Kalimantan Selatan berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal. Kondisi ini perlu diantisipasi karena dapat berdampak pada sektor pertanian dan peternakan. Petani dan peternak harus tetap dapat memproduksi, pasokan pangan tetap terjaga, dan stabilitas harga pangan dapat dipertahankan," ujar Titiek.

Ia menambahkan, selain memperkuat sistem irigasi, penyediaan sarana produksi, dan pengamanan cadangan pangan, perhatian khusus juga perlu diberikan pada subsektor peternakan yang rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.

Dalam kesempatan tersebut, Titiek turut mengapresiasi peran Balai Veteriner Banjarbaru yang selama puluhan tahun menjadi laboratorium rujukan regional di Kalimantan. Menurutnya, peningkatan kapasitas laboratorium, baik dari sisi peralatan, sumber daya manusia, maupun sistem biosekuriti, harus terus dilakukan agar kemampuan deteksi dini terhadap penyakit hewan semakin optimal.

"Balai Veteriner Banjarbaru memiliki peran yang sangat strategis. Yang kita utamakan bukan mengobati, tetapi mencegah munculnya wabah penyakit hewan. Karena itu, kami akan terus mendukung penguatan sarana laboratorium, termasuk apabila diperlukan tambahan anggaran untuk meningkatkan pelayanan kesehatan hewan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menjelaskan bahwa Kementan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna meminimalkan dampak El Nino terhadap sektor peternakan.

Strategi tersebut meliputi penguatan pengawasan kesehatan hewan melalui jaringan balai veteriner, peningkatan program vaksinasi, surveilans penyakit, serta koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pakan dan air bagi ternak di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

"Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi El Nino melalui peningkatan surveilans penyakit hewan, penguatan kapasitas laboratorium veteriner, pelaksanaan vaksinasi, serta koordinasi dengan pemerintah daerah agar ketersediaan pakan dan air bagi ternak tetap terjaga. Dengan kesiapsiagaan yang baik, kami optimistis produktivitas peternakan dan ketahanan pangan nasional dapat terus dipertahankan," kata Agung.

 

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018