Friday, 07 August 2020


AWR Pentagonnya Pertanian di Indonesia

14 Feb 2020, 16:48 WIBEditor : Clara

Kondisi di dalam AWR | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI, Jakarta---Agriculture War Room (AWR) merupakan ruangan kontrol pertanian yang didalamnya merupakan sumber informasi dan data pertanian dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia. “Jadi AWR ini fungsinya adalah memantau kegiatan pembangunan pertanian secara real time dan menyatukan data pertanian,” ungkap Kepala Pusat Data Pertanian, Ketut Kariyasa.

Ketut menambahkan AWR ini diibarakan sebagai ‘pentagon’-nya  pertanian. Bukan hanya sebatas memantau kegiatan pertanian di daerah saja, melainkan dapat berdialog langsung atau video conference  dengan pelaku pertanian yang ada di daerah. “AWR ini posisinya ada di Kementerian Pertanian (Kementan) dan yang di daerah itu ada di kecamatan/kabupaten/provinsi. Khususnya untuk di kecamatan dipegang oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang fungsinya sekarang sebagai Komando Startegis Pembangunan Pertanian (Kostratani),” jelas Ketut.

Memang dengan adanya AWR yang berbasiskan teknologi informasi, diharuskan memiliki peralatan dan SDM yang melek terhadap teknologi. Makanya di dalam AWR ini disediakan beberapa fasilitas seperti komputer, layar besar, koneksi internet, speker, video processor, dan masih banyak lainnya. “Untuk pengoperasian peralatan ini memang diperlukan SDM yang tahu dan mengerti  cara penggunaannya. Makanya nanti untuk di BPP yang berubah menjadi Kostratani, nanti infrastuktur diperbaiki serta SDM-nya akan dicari yang bisa mengelola, sehingga Kostratani berkomunikasi dengan baik dan lancar,” terang Ketut.

5 hari, sehingga benar-benar terkini. Selain itu, dengan informasi dan data yang terkini, dapat membangkitkan atau menciptakan petani milenial sebagai agen perubahan pembangunan pertanian,” kata Ketut.

Memang yang dititikberatkan kali ini komoditas padi dahulu karena pangan startegis, tetapi kedepannya semua komoditas pertanian akan terpantau. “Untuk tahu populasi sapi, nanti si sapi kita kasih ‘chip’. Jadi tahu mana yang sapi sedang bunting, sapi produktif dan lain-lain. Begitupula alsintan, nanti rencananya akan diberikan ‘chip’ juga. Jadi ketahuan pergerakan alsintan kita, level penggunaan alsintan dan maish banyak lainnya,” ungkap Ketut.

Reporter : Agustin
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018