Sunday, 24 October 2021


Kementan-Muhammadiyah Garap Lahan Bersama di Jonggol

04 Aug 2020, 14:15 WIBEditor : Yulianto

Menteri Pertanian, SYL saat bertemu Ketua PP Muhammadiya, Anwar Abbas di Jakarta, Selasa (4/8) | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian akan bersinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam peningkatan ketahanan pangan nasional, khususnya menggarap lahan bersama. Rencananya uji coba akan dilakukan di Jonggol, Jawa Barat.

Kerjasama yang dijalin diharapkan juga dapat menghidupkan kembali daya beli masyarakat yang dinilai melemah akibat dampak Pandemi Covid-19. Karena itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo merespon positif kerjasama Kementan dan PP Muhammadiyah tersebut.

"Muhammadiyah adalah organisasi besar yang memiliki stakeholder diseluruh Indonesia. Karena itu kita menjalin kerjasama dibidang ketahanan pangan bersama dengan Kementan untuk membuat percontohan percontohan yang dapat menghidupkan kembali perekonomian masyarakat," ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) usai menerima kunjungan PP Muhammadiyah di Kantor Pusat Kementan Selasa (4/8).

Dalam kerjasama ini akan dibentuk gugus tugas yang fokus terhadap lahan yang akan digarap. "Rencananya Agustus kita sudah mulai lihat lapangan. Mereka akan bentuk gugus tugas nanti dikoordinasikan dengan dirjen secara teknisnya," ucap SYL.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, sangat mendukung program kerja Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya menghadapi resesi ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Karena itu sinergi penguatan pangan sangat penting untuk meningkatkan kembali daya beli masyarakat yang mengalami penurunan.

"Muhammadiyah datang ketemu Pak Menteri Pertanian untuk bertukar pikiran dan kemudian untuk bekerjasama. Dari pembicaraan tadi, kami akan membuat Project di Jonggol terlebih dahulu," ucap Anwar.

Anwar menambahkan, kerjasama membangun ketahanan pangan masyarakat akan dilakukan di lahan yang akan segera ditinjau. Upaya ini juga untuk memproduktifkan lahan lahan yang masih menganggur, sehingga dapat menghasilkan bagi masyarakat yang disekitarnya.

"Muhammadiyah dan Menteri Pertanian akan meninjau lokasi untuk mempelajari kira-kira komoditas apa yang cocok atau apakah mungkin peternakan juga akan di tempat yang sama. Nanti kita lihat ya," katanya.

Anwar mengatakan kerjasama yang akan dilakukan tersebut di luar ekspektasi PP Muhammadiyah. Bahkan Mentan SYL meminta untuk segera melakukan peninjauan dan lahan segera bisa dioptimalkan, khususnya saat ini.

"Mentan sangat aktif jadi nggak mau lambat-lambat beliau kan bukan akademisi yang lama berpikir, namun orang lapangan. Jadi mengerti betul persoalan masyarakat saat ini," kata Anwar.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018