
Serap gabah dilakukan untuk stabilisasi harga gabah di tingkat petani
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Mencegah semakin anjloknya harga gabah di tingkat petani, Kementerian Pertanian langsung melakukan aksi cepat tanggap dalam menyerap gabah petani hasil panen raya yang berada di daerah sentra. Seperti apakah langkahnya?
Data dari Kerangka Sampel Area (KSA) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menerangkan di tahun 2021, puncak panen raya padi berada pada Maret-April. Prediksi ini sudah terkonfirmasi di lapangan saat ini yang tengah terjadi panen di daerah sentra yang dipantau harian oleh Kementerian Pertanian.
Berdasarkan data pantauan harian ini, Kementan melakukan pemetaan sentra produksi padi per kecamatan. "Daerah yang panen banyak dengan harga dibawah harga pembelian pemerintah (HPP), kita berikan warna merah. Sedangkan untuk harga sama dengan HPP, kuning. Harga diatas HPP, warna hijau," ungkap Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi kepada tabloidsinartani saat Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Serap Gabah : Angkat Harga, Peduli Petani, Rabu (7/4).
Dijelaskan Suwandi, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Ditjen Tanaman Pangan melakukan koordinasi dengan Bulog dan pemerintah daerah untuk mengamankan harga gabah saat panen raya dan stabilisasi harganya. "Ini menjadi bentuk hadirnya pemerintah di tengah petani agar pasokan dan harga stabil saat panen raya. Termasuk untuk Ramadhan, Lebaran dan tahun-tahun berikutnya," tambahnya.

Setelah pemetaan, Kementan membentuk tim Serap Gabah Petani. Di pusat, seluruh daerah sentra padi yang miliki harga dibawah HPP akan diterjunkan tim di tingkat kabupaten. "Langkah pertama, sosialisasi di tingkat provinsi dengan perencanaan serapan gabah yang terdiri dari luasan panen, jumlah produksi dan rencana serapan gabah yang akan diserap mitra yaitu Bulog, Penggilingan, Pertani dan sebagainya," jelas Suwandi.
Baca Juga :
Beda Banget ! Petani Cirebon Efisien Pakai Benih 5kg/hektar
Serap Gabah di Sumsel, Mentan SYL Komitmen Bantu Petani
Selamatkan Petani, Bulog Serap Gabah dengan Harga Komersil
Selanjutnya adalah melakukan detail serapan gabah di tingkat kabupaten. "Tim serap gabah di tingkat kabupaten ini juga melakukan perencanaan serapan gabah per kabupaten dan melakukan deal untuk penyerapan gabah. Termasuk turun lapang secara terpadu dan menghitung serapan gabah. Mengamankan harga dengan aksi nyata melakukan serapan gabah di lapangan," tegasnya.
Suwandi menegaskan, tim serap gabah ini tak hanya bagaimana panen, menyerap gabah kemudian masuk ke penggilingan atau pasar. Termasuk mencarikan solusi dari permasalahan petani di lapangan seperti inovasi pemupukan, benih, alsintan dan sebagainya. "Kita lakukan secara sistematis dari provinsi kabupaten, kemudian turun ke kecamatan dan turun ke lapangan, dan penyerapan gabah sesuai kesepakatan bersama," tegasnya.
===
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/