
Bulog Sulawesi Tengah luncurkan bansos beras PPKM
TABLOIDSINARTANI.COM, Palu—Pemerintah melalui Perum BULOG mulai Minggu (18/7) menyalurkan tambahan bantuan beras PPKM 2021. Menindaklanjuti peluncuruan tersebut, Perum BULOG Sulawesi Tengah bersama Dinas Sosial Sulawesi Tengah menyalurkan langsung menggelontorkan beras CBP (cadangan beras pemerintah).

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sulawesi Tengah, Basirun mengatakan, pagu untuk Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebanyak 2.308.610 kg yang diperuntukan bagi 230.861 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan setiap KPM menerima 10 kg.
Sesuai data bay name bay address (BNBA) yang diberikan Kementerian Sosial kepada BULOG jumlah KPM tersebut terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 139.435 KPM dan program Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 91.426 KPM.
Adapun jumlah KPM untuk Kota Palu yang telah dilaunching penyalurannya pada Minggu (18/7) sebanyak 23.015 KPM. Terdiri dari 16.622 KPM PKH dan 6.993 KPM BST, dengan alokasi setiap KPM 10 kg beras medium CBP.
“Dalam penyaluran Bantuan Beras PPKM tersebut selain dengan Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota juga dilakukan pengawalan oleh BPKP Perwakilan Sulawesi Tengah agar penyalurannya tepat sasaran,” tutur Basirun.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah, Beligan Sembiring yang hadir pada acara launching tersebut mengatakan, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo akan mengawal penyaluran bantuan PPKM yang diberikan Kementerian Sosial melalui Perum BULOG dan PT Pos.
Keduanya berharap agar penyaluran bantuan tersebut segera dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah karena pasti sangat dibutuhkan oleh masyatakat atau KPM.
Sebelumnya Dirut Perum Bulog, Budi Waseso saat peluncuran bansos beras PPKM mengatakan, tambahan bantuan beras PPKM ini akan dikirimkan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai dan 10 juta KPM Program Keluarga Harapan.
“Ini sesuai data yang kami terima dari Kemensos. Masing-masing KPM nanti akan mendapat tambahan bantuan beras sebanyak 10 kg,” kata Buwas, sapaan keseharian mantan Kepala BNN itu.