Friday, 01 July 2022


Kemitraan Lahirkan BUMDes Handal

06 Jun 2022, 09:42 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, DTT, Kemendesa PDTT, Ir. Harlina Sulistyorini | Sumber Foto:Dok. Harlina

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)/Badan Usaha Miliki Desa Bersama (BUMDes Bersama) menjadi salah satu program unggulan Kementerian Desa dan PDTT untuk meningkatkan kesejahteraan, ekonomi dan taraf hidup masyarakat. Dalam RPJMN 2020-2024 telah ditargetkan berdiri sebanyak 10.000 BUMDes berkembang, 1.800 BUMDes maju, 300 BUMDes bersama berkembang dan 200 BUMDes bersama.

Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, DTT, Kemendesa PDTT, Ir. Harlina Sulistyorini mengatakan, pengembangan usaha riil berbasis potensi desa dapat memicu pertumbuhan sektor informal baru, sehingga memberikan sumber penghasilan serta manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat. “Salah satunya dengan menumbuhkan BUMDes,” ujarnya kepada Tabloid Sinar Tani di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dengan hadirnya unit usaha BUMDes diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yaitu masyarakat yang ikut andil dalam pengelolaan unit usaha BUMDes. Nantinya tenaga kerja BUMDes dapat juga melibatkan kaum perempuan desa. BUMDes nantiya dikelola manajemen yang professional dan kompeten, sehingga dapat menciptakan peluang baru dalam pengembangan usaha riil di perdesaan,” tambahnya.

Menurut Harlina, diperlukan strategi menumbuhkan BUMDes. Misalnya dengan menerbitkan regulasi agar BUMDes menjadi sebuah berbadan hukum. Kementerian Desa PDTT telah menerbitkan Permendesa No. 3 Tahun 2021 tentang Pendaftaran, Pendataan dan Pemeringkatan, Pembinaan dan Pengembangan, dan Pengadaan Barang dan/atau Jasa Badan Usaha Milik Desa/Badan Usaha Milik Desa Bersama.

Dengan lahirnya Undang-undang Cipta Kerja, BUMDes diharuskan berbadan hukum. Adanya Permendesa ini menjadi acuan BUMDes dan BUMDes bersama dalam mendaftarkan badan usahanya menjadi badan hukum,” tuturnya.

Saat ini dari 74.962 desa yang ada, sekitar 29.288 BUMDes yang telah proses pendaftaran nama dan 27.717 BUMDes yang sudah terverifikasi. Sedangkan dari 12.460 BUMDes yang melakukan proses pendaftaran Badan Hukum, ada sekitar 6.066 BUMDes yang sudah terverifikasi.

Sementara BUMDes Bersama, dari 1.881 yang melakukan pendaftaran nama ada 386 yang sudah terverifikasi. Dari 113 BUMDes Bersama yang mendaftarkan Badan Hukum baru 32 yang terverifikasi.

Harlina mengatakan, untuk mencapai target yang ditetapkan, Kemendesa PDTT menyiapkan berbagai langkah. Diantaranya, pemberian bantuan pengembangan BUMDes dan BUMDes bersama peternakan.

Selain itu, pendampingan dan  memfasilitasi kerja sama kemitraan antara BUMDes/BUMDes Bersama dengan K/L lain dan Mitra Pembangunan, baik BUMN maupun swasta. Diantaranya, BRI, PT Berdikari, PT. Astra, PT Vale dan sebagainya.juga menjadi prioritas utama.

Dengan perusahaan plat merah, PT Berdikari mengembangkan usaha peternakan yang bermitra dengan BUMDes Bersama Sementara dengan PT Vale  melalui Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri di  Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Sedangkan dengan PT Astra Internasional Tbk melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) yang fokus pada pengembangan produk unggulan desa. Saat ini PT Astra bersama anak perusahaan telah mengembangkan 645 DSA di 125 Kabupaten di 34 Provinsi.

Perguruan Tinggi juga dapat mengambil peran dalam membangun Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Forum Pertides. Seperti apa? Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Herman/Dede
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018