Wednesday, 21 October 2026


Pemerintah Siapkan 8 Langkah Jitu untuk Tembus Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

30 Dec 2024, 16:49 WIBEditor : Gesha

Pemerintah telah menyiapkan 8 langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen, dengan fokus pada reformasi struktural, investasi, dan peningkatan produktivitas sektor utama.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Pemerintah telah menyiapkan 8 langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen, dengan fokus pada reformasi struktural, investasi, dan peningkatan produktivitas sektor utama.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah menyusun delapan langkah strategis untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bertahap, dimulai dari 5,3 persen pada 2025, kemudian meningkat menjadi 6,3 persen pada 2026, 7,5 persen pada 2027, 7,7 persen pada 2028, dan akhirnya mencapai 8 persen pada 2029.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, berharap hasil Musrenbang kali ini dapat menjadi dasar bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

RPJMN yang disusun pemerintah menekankan delapan strategi utama dan satu kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga mencapai 8% pada 2029.

Strategi tersebut mencakup peningkatan produktivitas pertanian, industrialisasi dan hilirisasi, penerapan ekonomi hijau dan biru, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta menjadikan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, transformasi digital, peningkatan investasi berorientasi ekspor, dan belanja negara untuk produktivitas juga menjadi fokus utama. 

"RPJMN ini juga menegaskan delapan strategi dan satu langkah kebijakan untuk mendorong ekonomi tumbuh berkelanjutan menjadi 8 persen," kata Rachmat dalam sambutannya pada acara Musrenbang di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2024).

Sebagai langkah kebijakan, pemerintah akan melakukan deregulasi perizinan, menjaga kesinambungan fiskal, serta kebijakan moneter yang terkelola dengan baik.

"RPJMN merupakan indikator kinerja serta fokus pembangunan yang tergambar dalam proyek strategis nasional lima tahun ke depan," tambah Rachmat.

RPJMN juga mengusung target ambisius seperti penurunan kemiskinan menjadi 4,5 persen pada 2029, serta pengurangan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada 2026, selain pencapaian pertumbuhan ekonomi yang stabil menuju 8 persen.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018