Sunday, 19 July 2026


Tumbuh 5,28 Persen, Gubernur Luthfi Ungkap Rahasia Moncernya Ekonomi Jawa Tengah

09 Aug 2025, 08:05 WIBEditor : Herman

Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jateng

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Perekonomian Jawa Tengah terus menunjukkan performa positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada triwulan II-2025 pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,28 persen secara year on year, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 4,93 persen. Capaian ini bahkan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, SH, S.St.MK, menilai peningkatan ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang melibatkan berbagai pihak untuk mempertahankan tren positif ini.

“Kita sudah menumbuhkan ekonomi baru di masing-masing eks keresidenan, dan itu kita kembangkan bersama-sama,” ujar Luthfi usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jateng, Semarang, beberapa waktu lalu.

Salah satu contoh nyata adalah penyelenggaraan Soloraya Great Sale 2025 pada Juli lalu. Kegiatan ini mencatat nilai transaksi sebesar Rp10,7 triliun dengan 5,4 juta transaksi. Luthfi mengatakan konsep tersebut akan digelar di daerah lain untuk menggerakkan ekonomi wilayah secara merata.

Selain mendorong kegiatan ekonomi lokal, Pemprov Jateng juga memperkuat kerja sama internasional melalui skema Sister Province dan Sister City dengan sejumlah negara, termasuk Tiongkok, Malaka, dan Singapura. Kerja sama ini diharapkan membuka pintu investasi yang lebih lebar dan menarik minat investor asing.

“Jawa Tengah ini sangat kondusif. Tenaga kerja kita kompetitif, lahan luas, dan aman. Itu yang membuat investor tertarik,” tegasnya.

BPS mencatat sejumlah sektor usaha di Jateng tumbuh pesat pada triwulan II-2025. Sektor informasi dan komunikasi tumbuh 9,97 persen, jasa lainnya naik 9,86 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 9,42 persen.

Sementara itu, sektor dengan peran dominan juga mencatat pertumbuhan positif, seperti industri pengolahan yang tumbuh 4,47 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor sebesar 4,56 persen, konstruksi 8,90 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan 1,14 persen.

Pertumbuhan positif juga terjadi di sektor jasa perusahaan sebesar 7,95 persen, jasa pendidikan 7,33 persen, serta transportasi dan pergudangan 7,29 persen.

Luthfi menambahkan, usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu tumpuan ekonomi Jawa Tengah. Saat ini terdapat sekitar 4,2 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Ia mengajak pemerintah daerah untuk memberi dukungan lebih agar UMKM bisa naik kelas.

 

“Kita harus terus mengembangkan sektor-sektor unggulan ini, termasuk UMKM, agar pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tetap terjaga dan semakin meningkat,” pungkasnya.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018