
Penggilingan padi Bulog di Karawang
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Untuk mengunkit kinerja Perum Bulog, Pemerintah memberikan dukungan berupa keringanan bunga perbankan dalam pembiayaan operasional. Jika sebelumnya mencapai 7-8 persen, maka kebijakan terbaru Bulog hanya terkena bunga 3 persen.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos, SH. M.Han mengatakan, dukungan pemerintah menjadi fondasi penting bagi transformasi BULOG sebagai lembaga pangan negara yang semakin profesional, sehat secara finansial, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Sejak Bulog berdiri tahun 1969, mungkin ini pertama kali pemerintah memberikan penurunan suku bunga. Dulu paling kecil suku bunga 8-10 persen, sekarang 2 persen, paling tinggi 3 persen,” kata Rizal saat Tasyakuran dan Doa Bersama atas beberapa keberhasilan Bulog selama ini yang berlangsung di Gedung Bulog, Jakarta, Senin (3/8) malam.
Dengan suku bunga hanya 3 persen, Rizal yakin, Bulog bisa menghemat biaya operasional atang menghasilkan efisiensi fiskal hingga Rp 1,07 triliun yang selama ini untuk membayar bunga. “Dukungan pemerintah ini menjadi energi besar bagi BULOG untuk terus meningkatkan kinerja,” katanya.
BACA JUGA: Dapat-Margin-Fee-7-Persen-Bulog-Optimis-Tahun-ini-bakal-Untung
Selain penurunan suku bunga, Rizal menambahkan, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 tanggal 29 Juli 2026 yang secara resmi memberikan penyesuaian margin penugasan kepada BULOG menjadi 7 persen atau setara Rp970/kg. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan skema sebelumnya yang hanya sekitar Rp50/kg.
Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah dalam memperkuat keberlanjutan penugasan publik yang diemban BULOG. Dengan kebijakan tersebut, Rizal mengungkapkan, BULOG memproyeksikan kinerja keuangan yang semakin positif.
Bahkan hingga akhir tahun 2026, BULOG berpotensi membukukan laba sebesar Rp1,14 triliun. “Capaian tersebut diproyeksikan menjadi yang pertama sepanjang sejarah berdirinya BULOG dan menjadi tonggak penting transformasi perusahaan, sekaligus mencerminkan lompatan signifikan dalam penguatan tata kelola, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis,” tuturnya.
Perum BULOG menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia beserta jajaran pemerintah, khususnya Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Menteri Keuangan dan Menteri Sekretaris Negara atas dukungan kebijakan yang telah diberikan dalam memperkuat peran BULOG sebagai operator pangan nasional.
Rizal berharap berbagai kebijakan strategis yang diambil pemerintah telah memberikan ruang yang lebih kuat bagi BULOG untuk menjalankan penugasan secara optimal, sekaligus menciptakan efisiensi fiskal bagi negara.