Wednesday, 14 April 2021


Tahun 2021, Ekspor Pertanian Indonesia Lebih Menjanjikan

07 Apr 2021, 09:42 WIBEditor : Ahmad Soim

Tahun ini ekspor pertanian lebih menjanjikan | Sumber Foto:Repro

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Kasan Muhri mengatakan salah satu sektor yang bisa kita andalkan adalah pertanian dan produk olahannya yang  ekspornya kinerja tetap membanggakan.

“Tahun ini akan dapat peluang yang sangat baik untuk recovery yang menjanjikan di agribisnis dan agroindustri. Dua  bulan pertama pada tahun ini, ekspor cukup baik naik 10 persen. Non migas naik 10 persen. Naik signifikan, tahun lalu negative,’ tuturnya dalam Dialog Agribisnis : Potensi Seerta Peluang Agribisnis dan Agroindustri Meningkatkan Ekspor Indonesia”, Selasa, 6 April 2021.

Pasar besar yang salah satunya layak untuk dijadikan terget ekspor Indonesia adalah China, termasuk untuk pertanian. “Saya meyakini pasar China demikian besar, potensi besar untuk kita garap. Serbu pasar China. Impornya 1,6 triliun dolar per tahun,” tambahnya dalam webinar ini yang juga dia mengajak Duta Duta Besar dan Atase Pertanian di luar negeri untuk bergabung di Webinar ini.

 Fadel Muhammad Ketua Umum Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) saat membuka webinar ini mengajak kepada para peserta untuk berpikir ekspor, tidak lagi berorientasi impor. “Potensi produknya kita masih besar untuk mengisi peluang pasar ekspor,” tambahnya.

BACA JUGA:

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto dalam webinar ini mengatakan Kementan sedang membangun 1000 kampung hortikultura untuk menumbuhkan UMKM di bidang produksi dan ekspor hortikultura yang terigistrasi.

“Ada 1000 kampung hortikultura yang akan kita registrasi. Pelaku usaha yang mencari akan mudah menemukan. Sistem registrasi meliputi varietas apa yang ditanam, petaninya, kondisi tanamannya, pengawalannya dan sampai tanaman berbuah,” urainya.

Dr. Delima Azhari, pakar ekspor pertanian mengatakan berdasarkan analisis RCA, kopi Indonesia berdayasaing di hampir semua pasar tujuan ekspor seperti: Bulgaria (26.44), Armenia (362.55). Brunei (21.26), dan Algeria (52.93).

“Kopi Indonesia tidak memiliki daya saing di pasar Arab Saudi (0.30), Spanyol (0.40), Israel (0.83), dan Korsel (0.85),” tambahnya.

Banyak komoditi dan fasilitasi yang diberikan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian yang dibahas dalam Webinar ini. Berikut ini link materi Webinar ini.

KLIK MATERI WEBINERNYA DI BAWAH INI:

https://drive.google.com/drive/u/2/folders/1Mhext8nM8Yx1oeX4CLaVaNvosfP7vFkB

--+ 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Som
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018