Sabtu, 01 Oktober 2022


Mocaf, Harapan Petani Cipari Tingkatkan Kesejahteraan

18 Sep 2022, 11:56 WIBEditor : Herman

Proses Pengolahan Tepung Mocaf | Sumber Foto:Doc. Rumah Mocaf

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap ---- Tepung mocaf bisa menjadi solusi petani Cipari dalam meningkatkan kesejahteraan meraka. Pasalnya, desa penghasil singkong ini biasanya menjual singkong segar dengan harga yang dikendalikan para pedagang.  

Dari 500 Ha lebih lahan ubi kayu atau singkong di desa Cipari yang menghasilkan rata-rata 10 ton/hektar, maka tiap tahun dari desa Cipari bisa dihasilkan 5.000 ton singkong segar.

Jumlah tersebut menjadi potensi besar dari desa yang termasuk Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini.

Hadirnya inovasi pengolahan singkong menjadi tepung mocaf yang multi guna dengan harga tinggi, membuka kesadaran para petani Desa Cipari, Antusiasme dan dukungan terhadap pengolahan ubi kayu diungkapkan Kepala Desa Cipari, Warsono.

“Sudah ada 2 Kelompok Wanita Tani di desa kami yang mengolah ubi kayu menjadi tepung mocaf. Mereka juga belajar membuat kue-kue dari tepung mocaf yang cukup diminati masyarakat, terlebih pada Hari Raya Lebaran dan musim penduduk desa punya kerja,” ujar pria 52 tahun ini.

Lebih lanjut Wasono yang didampingi isteri mengatakan, karena keterbatasan-keterbatasan yang ada KWT tersebut baru dapat mengolah ubi kayu menjadi tepung mocaf sebesar 1 ton setahun.

“Masih sangat jauh dari produksi ubi kayu yang ada didesa Cipari.” Ungkapnya.

Melihat pasar yang masih terbuka lebar dengan kebutuhan tepung mocaf sebagai pengganti gandum yang semakin besar, Wasono berharap produksi Mocaf didesanya dapat berkembang dan bisa menyerap seluruh hasil singkong yang ada.

Manfaat Mocaf

Dari berbagai sumber, diketahui bahwa dibanding gandum, mocaf mempunyai keunggulan  yaitu rendah kalori dan bebas gluten (gluten free..Gluten sendiri adalah protein lengket dan elastis yang terkandung di dalam beberapa jenis serealia, terutama gandum yang merupakan bahan utama dalam pembuatan tepung terigu.

Mengonsumsi makanan yang mengandung gluten dapat berdampak buruk pada orang-orang yang mengalami intoleransi gluten.

Gluten juga sangat tahan terhadap enzim protease yang memecah protein di saluran pencernaan kita. Protein yang tidak dicerna secara sempurna bisa membuat peptida melewati dinding usus kecil dan menyebar ke seluruh tubuh.

Hal ini bisa memicu respon imun yang membuat kita berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan. Terdapat teori yang meyakini bahwa tubuh manusia tidak dapat mencerna gluten karena sistem pencernaan manusia belum berevolusi untuk dapat mencerna gluten dalam jumlah banyak.

Tepung singkong adalah salah satu tepung bebas gluten (gluten free) yang memiliki karakteristik mirip dengan tepung terigu dan bisa digunakan sebagai tepung serbaguna. Rasanya netral dan rendah kalori ketimbang tepung kelapa atau almond.

Manfaat dari tepung ini juga banyak, diantaranya sumber serat, kalsium, dan zat besi. Tepung singkong gluten free dapat dikonsumsi oleh orang yang intoleran terhadap gluten, anak berkebutuhan khusus, penderita diabetes karena memiliki indeks glikemiks rendah, serta baik dikonsumsi oleh siapapun yang ingin menjaga metabolisme tubuh lebih baik dan mendapat stamina lebih kuat.

Dana Desa

Peningkatan ketrampilan masyarakat dalam mengolah tepung mocaf menjadi makanan yang lezat dan menarik, menjadikan minat pembeli juga semakin meningkat.

Namun, seperti yang terjadi didesa Cipari, para Kelompok Tani Wanita sebagai produsen terkendala dengan keterbatasan peralatan dan fasilitas.

Misalnya alat prosesing, mulai mesin pengupas ubi, mesin perajang ubi, mesin penepung. Sedang fasilitas yang perlu ada misalnya rumah produksi, bak-bak fermentasi, pengering, pengepakan dan sebagainya.

Wasono, sebagai kepala desa melihat peluang untuk membantu. Yaitu dari dana desa. Namun ia takut kalau hal tersebut melanggar peraturan. Resikonya bisa mendekam di hotel prodeo.

Betapa gembiranya Wasono ketika mendengar penjelasan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, pada pertemuan di bulan Juni lalu di UNS Surakarta. Disana dijelaskan bahwa sudah ada regulasi yang mengatur bahwa penggunaan sebagian dana desa diperbolehkan untuk kegiatan Ketahanan Pangan.

Dalam hal ini  termasuk mengembangkan tepung mocaf, yang masuk dalam kategori pangan lokal. Tentu dalam pelaksanaan tetap harus sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Pangan Lokal

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Dyah Lukisari, MSi mengatakan bahwa potensi pangan lokal di Jawa Tengah sangat besar. Di Jawa Tengah  umbi-umbian cukup besar dan beragam.

Ada ubi kayu, ubi jalar, talas, uwi, suweg, ganyong, garut yang kesemuanya mengandung kalori dan gizi yang baik. Namun budaya masyarakat Jawa Tengah belum menempatkan umbi-umbian tersebut sebagai menu utama.

Dengan banyaknya masukan dari para stakeholder dalam hal pengembangan pangan lokal, dalam pertemuan talk show di UNS Surakarta beberapa waktu lalu, dapat dijadikan acuan. Sehingga kedepan Dishanpan dapat lebih taktis dan strategis dalam mengawal program pangan lokal.

Tak jauh dari Cilacap, tepatnya di Banjarnegara, tepung mocaf sudah di kembangkan secara professional oleh seorang anak muda penggiat sosial, Riza Azyumarridha Azra.

Riza membranding mocaf produksinya dengan nama “Rumah Mocaf”.  Produksi tepung mocaf dari rumah mocaf rata-rata mencapai 10 – 15 ton per bulan. Sedang kapasitas produksi maksimal dapat mencapai 30 ton per bulan.

Dalam mencukupi kebutuhan tepung mocaf, Riza bekerja sama dengan 652 pengrajin tepung mocaf di sekitar desanya. Serapan pasar antara 80 – 90%

Disamping tepung mocaf curah yang dikemas @ 25 kg, tepung mocaf disini juga dikemas @ 500 gram berupa tepung ori, tepung bumbu, tepung premix bermacam rasa.

Sedang produk turunan berupa macam-macam kue, macam-macam mie sayur dan mie buah. Produk terbarunya dalah gula cair dari singkong.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018