Senin, 22 Juli 2019


Bogor Miliki Pusat Pelatihan Sereh Wangi dan Bio Aditif

28 Mar 2019, 07:22 WIBEditor : Ahmad Soim

Fadli Zon Ketua Umum HKTI yang juga Wakil Ketua DPR RI meresmikan dan mengikuti Pusat Pelatihan Budidaya Sereh Wangi dan Bio Adiptif di Bogor | Sumber Foto:Ahmad Soim

“Perlu dibatasi impor adiptif. Saat ini impor aditif untuk solar saja mencapai 3 ribu kilo liter. Aditif impor ini bisa kita substitusi bio aditif dari sereh wangi,” jelas Fadli Zon.

 

TABLOIDSINARTANI.COM – Bogor memiliki Pusat Pengembangan dan Pelatihan Budidaya Sereh Wangi dan Bio Aditip. Pusat pelatihan ini  adalah unit usaha budidaya dan penyulingan sereh wangi milik PT Pemalang Agro Wangi yang sudah beroperasi selama 22 tahun.

 

Dr Fadli Zon Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Wakil Ketua DPR RI meresmikan Pusat Pelatihan ini sekaligus membuka dan mengikuti pelatihan budidaya sereh wangi bagi para petani dan mahasiswa pertanian.

 

“Budidaya sereh wangi memiliki nilai ekonomi tinggi, petani akan memperoleh pendapatan yang lumayan, satu kali panen sudah bisa balik modal, dan prospek pasar minyak sereh wangi  sangat bagus untuk ekspor dan substitusi aditif impor,” tambah Fadli Zon di Sukaharja, Sukamakmur, Kabupaten Bogor (27/3).

 

Direktur Utama PT Pemalang Agro Wangi RA Eti mengatakan tidak mudah masuk pasar ekspor dan penetrasi ke pasar dalam negeri untuk menawarkan bio aditif sereh wanginya sebagai sunstitusi aditif impor.

 

Harga minyak sereh wangi dan bio aditif dari sereh wangi masih fluktuatif, meski menurutnya peluang pasarnya sangat terbuka lebar, baik ekspor maupun dalam negeri.

 

Untuk menjamin harga jual minyak hasil penyulingan sereh wangi, Fadli mengatakan perlu keberpihakan pemerintah kepada petani pemnbudidaya sereh wangi dan pengolahannya.

 

 “Perlu dibatasi impor aditif. Saat ini impor aditif untuk solar saja mencapai 3 ribu kilo liter. Aditif impor ini bisa kita substitusi bio aditif dari sereh wangi,” jelasnya.

 

HKTI lanjut Fadli Zon menjadikan lokasi ini sebagai kegiatan pelatihan budidaya sereh wangi dan penyulingannya serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan pelatihan ini. “Budidaya sereh wangi tidak banyak modalnya, bibitnya hanya Rp 500 per batang dan bisa untuk seumur hidup,” jelasnya.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018