Jumat, 02 Desember 2022


Selamat Jalan Bapak Perbenihan Indonesia, Prof. Sadjad

29 Apr 2022, 16:18 WIBEditor : Yulianto

Bapak Prof. Sjamsoe’oed Sadjad | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Innaalillahi wainnailaihi raajiuuna… telah berpulang ke rahmatullah Bapak Prof. Sjamsoe’oed Sadjad dalam usia 90 tahun 10 bulan. Kabar duka dari beberapa WA Grup DPP HA IPB yang penulis ikut. Sekitar pukul 20.00, Kamis, 28 April 2022.

Bapak perbenihan Indonesia ini berpulang pukul 19.25 WIB, saat umat muslim tengah melaksanakan sholat taraweh. Bagi Tabloid Sinar Tani, Prof. Sadjad begitu sapaan akrabnya, semasa sehat kerap menulis untuk rubrik Agriwacana. Berbagai pemikiran mengenai kondisi perbenihan dituangkan dalam tulisan-tulisannya.

Sadjad lahir di Madiun, 24 Juni 1931. Ia bersekolah di Sekolah Menengah Atas Budi Utomo Jakarta dan melanjutkan studi di Jurusan Pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Indonesia dan lulus tahun 1961.

Sadjad pernah mengikuti program pendidikan untuk staf pengajar pada tahun 1957 ke Universitas Kentucky yang merupakan program kerja sama dengan Universitas Indonesia yang bernama Kentucky Contract. Program ini juga mendapatkan bantuan dari Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). 

Sadjad kemudian melanjutan studi magisternya di Mississippi State University dan lulus pada tahun 1963 di jurusan Teknologi Benih dengan gelar Master of Agronomy. Meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya berjudul Kertas Merang untuk Uji Viabilitas Benih.

Sadjad menikah dengan Retno Winarni yang meninggal pada tahun 2000 dan memiliki empat orang anak. Pertama, Dr. Ir. Rhiza S. Sadjad, Doktor lulusan Universitas Wiconsin yang kini dosen di Universitas Hasanuddin. Selanjutnya, Mirza S Sadjad, Elza S Sadjad dan Roza S Sadjad yang merupakan lulusan Doktor dari Universitas Negeri Oregon.

Roza meninggal dalam peristiwa Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 bersama kedua anaknya, Maureen dan Tazkia. Namanya diabadikan menjadi sebuah nama ruang seminar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala.

Dalam perjalanan karirnya, Sadjad pernah menjadi asisten dosen Prof. Ir Gunawan Satari pada tahun 1957. Ia diangkat menjadi staf pengajar selama setahun pada tahun 1958 atas perintah Dekan Pertanian Thoyib Hadiwidjaja.

Sadjad menjadi Dekan Fakultas Pertanian IPB pada tahun 1965-1966 sekaligus menjadi Kepala Laboratorium ilmu Benih pada 1964 hingga 1996. Lalu, diangkat menjadi Guru Besar Ilmu pertanian pada tahun 1981 dan pensiun pada tahun 1996.

Sadjad sempat menjabat Guru Besar tetap di Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi, Surakarta dari tahun 1997-2005. Kemudian Tahun 1997 mendapatkan gelar Profesor Emeritus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1997.

Bagi Rusdian Lubis yang pernah menjadi anak didiknya, kuliah-kuliah Prof. Syamsoe’oed Sadjad amat menarik. Berikut kutipan pengalaman Rusdian yang diungkapkan dalam media sosialnya.

Aku sering tertegun mendengar beliau menerangkan siklus reproduksi tanaman berbiji: angiospermae dan gymnospermae; reproduksi penyerbukan, embriogeni, perkembangan buah dan biji, struktur benih, partenokarpi, apomiksis dan poliembrioni dan lain-lain.  Zen moment.

Sebagai pengajar, beliau sabar. Suka berdiskusi dengan mahasiswa tanpa memamerkan ilmunya. Namun dua kali aku kena tegur lantaran memotong kuliah beliau, terlalu bersemangat mau mendebat.

Tanpa berniat khutbah, Prof. Sjam yang relijius membuka kesadaran  kita tentang kebesaran Sang Maha Pencipta. Pernahkah kalian bayangkan  bagaimana pohon-pohon raksasa di hutan berasal dari biji yang kecil ?  Bagaimana benih atau biji membelah dan berkecambah ?  Kekuatan apa dibelakang proses ini ?.

Kini Bapak Perbenihan Indonesia telah meninggalkan kita. Semoga segala amal baik almarhum menjadi jalan menuju surga Allah SWT

Reporter : julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018