Sunday, 14 June 2026


Kesuburan Tanah Sebagai Pendukung Swasembada Pangan

03 Mar 2025, 13:56 WIBEditor : Herman

Ilustrasi Tanah Subur

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Swasembada pangan memang merupakan agenda yang sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, untuk mewujudkannya, kesuburan tanah memainkan peran yang sangat krusial. Tanpa tanah yang subur, bahkan dengan teknologi pertanian yang canggih sekalipun, hasil pertanian bisa jadi tidak optimal.

Kesuburan tanah adalah salah satu faktor penting yang mendukung program swasembada pangan, karena tanah yang subur memberikan kondisi yang ideal bagi tanaman untuk tumbuh dengan optimal. Tanah yang subur tidak hanya mendukung keberhasilan pertanian dalam jangka pendek, tetapi juga memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

Karena itu, program swasembada pangan harus selalu didukung oleh upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah, melalui pengelolaan yang bijak, penggunaan teknologi pertanian yang ramah lingkungan, serta pendidikan kepada petani tentang pentingnya pertanian berkelanjutan.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan terkait kesuburan tanah untuk mendukung program swasembada pangan.

Kandungan Nutrisi Tanah

Tanah yang subur mengandung unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman, seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur (S), dan mikroelemen lainnya seperti besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), tembaga (Cu), molibdenum (Mo), dan boron (B). Ketersediaan unsur-unsur ini akan mempengaruhi produktivitas tanaman.

pH Tanah

pH tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman umumnya berkisar antara 5,5 hingga 7,5. Tanah dengan pH yang terlalu rendah (asam) atau terlalu tinggi (alkali) dapat mengurangi ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Oleh karena itu, pengelolaan pH tanah sangat penting untuk memastikan kesuburan yang optimal.

Kandungan Bahan Organik

Bahan organik dalam tanah (kompos, daun, dan sisa tanaman lainnya) berperan dalam meningkatkan struktur tanah, kemampuan tanah dalam menyerap air dan udara, serta menyediakan unsur hara yang penting bagi tanaman. Tanah yang kaya bahan organik cenderung lebih subur dan mampu mendukung pertumbuhan tanaman yang baik.

Struktur Tanah

Struktur tanah yang baik memungkinkan air dan udara bergerak dengan mudah, memfasilitasi akar tanaman dalam mencari oksigen dan air. Tanah yang terlalu padat atau terlalu gembur dapat menghambat pertumbuhan akar, sehingga mengurangi potensi hasil pertanian.

Ketersediaan Air

Ketersediaan air yang cukup juga merupakan aspek penting dari kesuburan tanah. Tanah yang subur biasanya memiliki kemampuan untuk menyimpan air, tetapi juga memiliki saluran drainase yang cukup baik untuk menghindari genangan air yang bisa menyebabkan akar tanaman membusuk.

Pengelolaan Tanah

Pengelolaan tanah yang baik adalah kunci dalam menjaga kesuburan tanah. Beberapa praktik pengelolaan yang dapat dilakukan antara lain:

·       Rotasi tanaman : mengganti jenis tanaman setiap musim untuk mencegah penurunan kualitas tanah akibat penanaman satu jenis tanaman yang berulang.

·       Penggunaan pupuk organik:  untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kadar bahan organik.

·       Pengendalian erosi: erosi tanah dapat menghilangkan lapisan tanah yang subur, sehingga penting untuk mengelola erosi dengan cara yang tepat (seperti penggunaan terasering atau vegetasi penutup tanah).

Pemanfaatan Teknologi

Teknologi dalam pertanian, seperti penggunaan pupuk berbasis teknologi, pengolahan tanah yang efisien, dan sistem irigasi yang baik, bisa membantu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian. Penggunaan teknologi yang tepat dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berlebihan, menjaga keseimbangan ekosistem tanah, dan meningkatkan hasil pertanian.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun kesuburan tanah sangat penting, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam mendukung swasembada pangan  (-) Degradasi tanah akibat pengolahan tanah yang berlebihan, deforestasi, atau penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

(-) Perubahan iklim yang dapat memengaruhi kelembapan dan suhu tanah, serta meningkatkan risiko bencana alam seperti banjir dan kekeringan, dan  Keterbatasan sumber daya untuk melakukan perbaikan tanah di daerah-daerah yang membutuhkan intervensi besar.

Kesuburan tanah adalah pondasi penting bagi keberhasilan program swasembada pangan. Untuk mencapainya, perlu dilakukan pengelolaan tanah yang bijak dan berkelanjutan, memperhatikan kandungan unsur hara, pH tanah, bahan organik, dan teknik pertanian yang ramah lingkungan.

Program swasembada pangan juga harus melibatkan masyarakat tani, pemerintah, dan pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam serta keberhasilan dalam meningkatkan ketahanan pangan.

 

Oleh : Warsana, SP.M.Si.,MP. Penyuluh Pertanian Ahli Utama BPSIP Jawa Tengah

 

Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018