Wednesday, 21 October 2026


Distanbun Aceh Launching Label Benih Padi Berbarcode

26 Mar 2021, 15:19 WIBEditor : Ahmad Soim

NAD menggunakan teknologi barcode untuk mengecek label benih padi

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh – Dinas Pertanian dan Perkebunan Nangroe Aceh Darusslam menerapkan teknologi barcode untuk melakukan pengawasan benih yang berlabel atau bersertifikat atau tidak. Dengan teknologi barcode ini, maka akan memudahkan dalam penecekan keaslian atau tidaknya sertifikat benih yang beredar di pasaran.

Melalui UPTD. Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melakukan inovasi dengan melakukan pemasangan label benih dengan menggunakan Barcode/QR yang dilaunching Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir. Cut Huzaimah, MP.  Turut hadir  Ka UPTD. BPSBTPHP Habiburrahman, S.TP, M.Sc, Kabid Tanaman Pangan Safrizal, SP, MPA beserta dengan jajaran tim Pengawasan dan Sertifikasi Benih. Acara tersebut dilaksanaka di Kantor UPTD. BPSBTPHP Distanbun Aceh (25/3/21).

Cut Huzaimah menyampaikan dengan dilaunchingnya label berbarcode/QR maka akan mempermudah semua pihak untuk mengecek keaslian label yang dikeluarkan. Teknologi ini mudah dilakukan cukup dengan memakai HP yang yang ada aplikasi pindai kode QR di android atau IOS maka bisa didetek keaslian label oleh masyarakat secara umum.  Dalam kesempatan hari ini jumlah label benih padi yang dibarcode ± 12.000 lembar dengan konversi jumlah benih padi  ± 60 ton yang merupakan label biru siap salur untuk bantuan ke masyarakat.

BACA JUGA:

Kedepan katanya, semua benih yang telah melewati proses uji wajib diusahakan agar bersertifikat atau berlabel. "Kita akan upayakan bisa menggunakan barcode untuk mempermudah masyakarat mengecek asal muasal benih yang ditangkarkan dan keaslian benih bersertifikat," ujarnya.

Habiburrahman, S.TP, M.Sc selaku Ka UPTD. BPSBTPHP mengatakan bahwa proses benih padi bersertifikat yang labelnya sudah berbarcode ini merupakan proses pelayanan yang dilakukan oleh BPSB selaku lembaga penjamin benih bermutu di Aceh, yang tugas pokoknya adalah memberikan pelayanan terhadap pengawasan dan sertifikasi benih untuk komoditi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

"Hasilnya adalah benih bersertifkat dalam bentuk label", bebernya. Dikatakannya, ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan khusus untuk benih padi terhitung mulai tahun ini. Kita tidak lagi bersifat manual menempatkan nomor seri benih tapi sudah dalam bentuk barcode yang bisa dipindai dengan menggunakan HP berbasis android/IOS agar memudahkan pengawasan di lapangan.

Lebih lanjut dijelaskan, "tahun ini pihaknya mentargetkan untuk benih padi yang akan disertifikasi untuk luas areal penangkaran 2.000 ha dengan hasil calon benih ± 8.000 ton dengan harapan ke semua calon benih tersebut akan keluar benih padi bersertifikat dengan label yang berbarcode", urainya.

----

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018