
Produk pangan lokal
Adanya pandemi Covid-19 saat ini memperburuk kondisi dan dirasakan secara signifikan para pelaku UMKM. Bank Indonesia menyebutkan sebanyak 87,5 persen UMKM terdampak pandemi Covid-19. Dari jumlah ini, sekitar 93,2 persen diantaranya terdampak negatif di sisi penjualan.
“Penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM yang juga berdampak pada perekonomian nasional,” kata Sarwo.
Dampak negatif di sisi penjualan ini menurut Sarwo, merupakan suatu hantaman besar bagi UMKM, tentunya berakibat menurunnya omzet penjualan. Pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap penurunan produksi.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi semua pihak, baik pemerintah maupun dunia usaha. “Apa yang bisa kita bisa lakukan bersama untuk memperkuat UMKM pangan lokal,” katanya.
Sebagai upaya meningkatkan jaringan kerja sama dan pemasaran produk UMKM pangan lokal serta meningkatkan daya saing produk UMKM, BKP Kementerian Pertanian mengadakan kegiatan Temu Bisnis untuk mempertemukan antara pelaku UMKM dengan market/offtaker.
“Dengan harapan terjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Kami juga mengundang perbankan dengan harapan akan membuka jalan bagi penguatan permodalan untuk UMKM,” katanya.
Sarwo juga berharap ke depan muncul kreativitas dan inovasi UMKM dalam pengembangan produk pangan lokal sebagai salah satu upaya peningkatan aksesibilitas dan penyediaan pangan lokal yang beraneka ragam. Selain itu, sebagai upaya promosi dan edukasi dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.