
Mentan SYL saat mengjungi food estate
TABLOIDSINARTANI.COM, Kapuas---Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meninjau pengembangan Food Estate Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kunjungan kalinini guna mendorong optimalisasi pengembangan Food Estate dari hulu hingga hilir berbasis kelembagaan korporasi, khususnya percepatan dan peningkatan luas tanam padi di kawasan pangan tersebut.
"Target luas penanaman padi di Food Estate Dadahup, Kapuas pada Februari ini 1.020 hektar dan kondisi sekarang yang tertanami 200 hektar dengan perkiraan produksi di atas 4 ton. Namun kita dorong terus bersama pemerintah Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, TNI dan Polri dalam waktu 1 sampai 2 minggu depan mencapai 500 hektar," kata SYL didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo dan Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat di Desa Bentuk Jaya (Blok A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kamis (16/2).
Meskipun cukup puas, SYL mengakui, untuk mencapai hasil maksimal pengembangan Food Estate membutuhkan waktu yang cukup lama yakni hingga 4 tahun. Pasalnya, tantangan kondisi lahan rawa yang dipenuhi air.
Karena itu, menurutnya, Food Estate Kalimantan Tengah tidak bisa dengan hanya melihat dari yang dicapai saat ini. Namun, Food Estate adalah konsep yang menempuh masa depan secara nasional karena pertanian Indonesia tidak bisa bertumpu di Jawa, Sulawesi, Sumatera dan lainnya.
"Lahan yang paling siap dan cukup tersedia luas itu di Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah. Karena itu, Bapak Presiden Jokowi menunjuk Food Estate ini untuk mendorong konsep ketahanan pangan nasional ke depan," katanya.
SYL menegaskan, hal terpenting dari pengembangan Food Estate Kalimantan ini adalah jangan dibayangkan lahannya sama dengan Pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera. Lahan di Kalimantan ini adalah lahan rawa yang memiliki tantangan air yang kedalamannya mencapai 20-30 cm. “Jadi walaupun kita sudah siapkan irigasinya, jika tiba-tiba hujan akan tergenang air, sehingga tanam di atas air seperti agroponik," katanya.
Kendati demikian, SYL menyebutkan pengembangan Food Estate Kapuas dalam 2 tahun terakhir telah memberikan hasil yang bagus. Sebab, lahan-lahan transmigrasi sebelumnya di Kalimantan membutuhkan waktu hingga 10 baru membaik endapan tanahnya.
"Dalam 2 tahun pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah ini, alhamdulillah sudah 47 ribu hektar kita lakukan, sudah oke dan ada tersisi 22 ribu hektar,” katanya. Kemudian tahun 2023 ini, Pemeirntah menyiapkan 12 ribu ha dan pada Februari ini kemampuan hanya 200 ha. “Kita keroyok targetkan penanaman padi menjadi 500 hektar. Kita tidak boleh menyerah, pasti bisa," ucapnya.
Program Food estate mempu mendongkrak produktivitas padi. Inilah kata Pemda? Baca halaman selanjutnya