Tuesday, 20 October 2026


GPM Diserbu Warga, Pemprov Jateng Turun Tangan Jaga Harga Pangan Stabil

18 Jul 2025, 09:07 WIBEditor : Herman

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menatau langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di kantor desa Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah.

TABLOIDSINARTANI.COM, Temanggung — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menatau langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di kantor desa Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah.

GPM digelar untuk menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus menstabilkan harga kebutuhan pokok di daerah. Dengan adanya GPM, masyarakat bisa membeli sembako dengan harga jauh lebih terjangkau, sekaligus membantu pemerintah menekan laju inflasi di Jawa Tengah.

“Ini bagian dari upaya kami untuk menstabilkan harga bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, dan gula. Harapannya, masyarakat tidak terlalu terbebani di tengah kenaikan harga di pasaran,” ujar Gubernur Luthfi di sela-sela kunjungan.

Sejak pukul 08.00 WIB, ribuan warga menyerbu lokasi GPM. Salah satu warga, Ririn, mengaku senang karena bisa berhemat untuk kebutuhan rumah tangga. Ia menyebutkan harga beras di GPM hanya Rp11.000 per kilogram, jauh lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp15.500 per kilogram.

Tak hanya beras, minyak goreng dibanderol Rp14.000 per liter (harga pasar Rp18.000), dan gula pasir Rp14.000 per kg (harga pasar Rp17.000).

“Lumayan bisa ngirit buat kebutuhan lainnya, apalagi anak-anak baru masuk sekolah. Semoga sering-sering ada GPM seperti ini,” kata Ririn sambil tersenyum.

Hal serupa diungkapkan Tuminah, ibu rumah tangga sekaligus penjual nasi di Karanggedong. Ia mengaku sangat terbantu dengan program pangan murah ini.

“Terima kasih Pak Gubernur. Ini sangat meringankan, apalagi saya tidak punya sawah. Harapannya, GPM bisa rutin hadir di desa kami,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang tengah gencar menggelar GPM di berbagai daerah, khususnya di wilayah dengan inflasi tinggi.

Dalam sepekan terakhir saja, GPM digelar di 10 kabupaten/kota, termasuk Blora, Jepara, Kudus, Pekalongan, Sukoharjo, Rembang, serta Kota Pekalongan, Salatiga, dan Semarang.

Menurut Kepala Bidang Distribusi Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Ir. Brotorini, titik-titik lokasi GPM ditentukan berdasarkan pantauan harga pasar di seluruh kabupaten/kota.

“Untuk bulan Juli ini, sudah ada 21 titik pelaksanaan GPM. Kami selalu evaluasi supaya program ini benar-benar menyasar wilayah yang membutuhkan,” jelas Brotorini.

GPM juga melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMD PT Jawa Tengah Argo Berdikari (JTAB) yang berperan dalam distribusi bahan pokok murah ke lokasi kegiatan.

“Dalam seminggu terakhir, kami sudah membantu GPM di 10 wilayah. Bahan pokok ini kami ambil langsung dari kelompok tani di Jawa Tengah, jadi rantai distribusinya lebih pendek, harga juga jadi lebih murah,” terang Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto.

Tak hanya beras, minyak, dan gula, GPM Temanggung juga menjual telur, bawang merah, bawang putih, cabai, serta sayuran segar. Total komoditas yang disediakan di Karanggedong meliputi 100 ton beras, 2.000 liter minyak goreng, 400 kg gula pasir, 600 kg telur, dan aneka bumbu dapur lainnya.

Selain PT JTAB, pemerintah juga menggandeng Bulog, PINSAR (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia), dan asosiasi pangan lain untuk memastikan ketersediaan komoditas dengan harga stabil.

“Harapannya, GPM bisa membantu meringankan beban masyarakat dan mengendalikan gejolak harga pasar,” tutup Brotorini.

 

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018